Peneliti Jepang mengatakan air mata kesedihan sama kuatnya dengan air mata kebahagiaan untuk mengurangi stres. Ini karena menangis dapat melemaskan saraf otonom dengan merangsang aktivitas saraf parasimpatik.
Akademisi Jepang Hidefumi Yoshida mengatakan, menangis lebih efektif daripada tertawa atau tidur dalam mengurangi stres. Bahkan, jika Anda rutin menangis seminggu sekali, Anda dapat menjalani kehidupan bebas stres.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
(Baca juga: Tiga Cara Atasi Pusing Setelah Menangis)
.jpg)
(Peneliti Jepang mengatakan air mata kesedihan sama kuatnya dengan air mata kebahagiaan untuk mengurangi stres. Foto: María Victoria Heredia Reyes/Unsplash.com)
Ia merekomendasikan untuk menonton film yang menyedihkan, mendengarkan musik yang membuat sedih atau membaca buku yang membuat hati pilu, untuk membuat Anda menangis.
Selain itu, ilmuwan Jerman juga menemukan bahwa mandi air panas lebih efektif daripada berolahraga untuk mengatasi depresi. Ini berdasarkan hasil penelitian terhadap 45 orang depresi yang mandi air hangat 30 menit selama delapan minggu.
Mandi air panas dengan suhu tepat di atas suhu tubuh Anda diduga dapat membantu melancarkan dan memperkuat ritme sirkadian tubuh. Karena, orang depresi seringkali memiliki jam tubuh yang terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
