Apa Itu <i>High Fructose Corn Syrup?</i>
HFCS mirip dengan gula pada umumnya dalam perbandingan fruktosa dengan glukosa, dan kedua pemanis tersebut mengandung sama-sama empat kalori per gram. (Foto: Jordane Mathieu/Unsplash.com)
Jakarta: High Fructose Corn Syrup (HFCS) biasa ditemukan dalam soda, makanan pencuci mulut dan sereal sarapan tertentu, sering dianggap sebagai salah satu penyebab terhadap obesitas yang dikaitkan dengan kondisi kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan bahkan beberapa kanker. 

HFCS ini dibuat dari pati jagung olahan. Zat tepung atau pati mengandung gula dan HFCS diproduksi dengan memecah zat tepung atau pati menjadi sirup yang terbuat dari gula glukosa. Produsen biasanya menambahkan enzim ke zat tepung tersebut untuk mengubah sebagian glukosa menjadi fruktosa, sehingga rasanya jauh lebih manis.

HFCS ini mulai populer sejak tahun 1970-an. Banyak makanan dan minuman menggunakan pemanis jenis ini karena harganya yang lebih murah. Namun harga yang lebih murah tentunya memiliki dampak lain juga. 


Penelitian telah menunjukkan bahwa hewan yang makan diet tinggi di HFCS memiliki berat badan yang lebih besar daripada mereka yang tidak.

Selain itu, HFCS ini tidak membuat cepat kenyang sehingga mereka lebih mungkin untuk makan berlebihan, dikutip dari artikel "What Is High Fructose Corn Syrup and Is It Bad For You?" dalam Health.com.


(Agar tetap sehat, kurangi setiap dan semua pemanis tambahan, termasuk HFCS. Cobalah untuk tidak mengonsumsi lebih dari 40 gram atau sekitar 10 sendok teh per hari. Foto: Otto Norin/Unsplash.com)

(Baca juga: Penderita Diabetes Disarankan Menghindari Diet Ketogenik)

HFCS mirip dengan gula pada umumnya dalam perbandingan fruktosa dengan glukosa, dan kedua pemanis tersebut mengandung sama-sama empat kalori per gram. Sehingga meskipun HFCS tidak lebih buruk dibandingkan gula biasa, keduanya berdampak terhadap masalah kesehatan seperti kenaikan berat badan dan diabetes. 

Agar tetap sehat, kurangi setiap dan semua pemanis tambahan, termasuk HFCS. Cobalah untuk tidak mengonsumsi lebih dari 40 gram atau sekitar 10 sendok teh per hari. 

Selain itu, ingat pula bahwa gula yang Anda konsumsi tidak hanya berasal dari satu sendok gula yang Anda tambahkan ke dalam cangkir kopi Anda.

Tetapi gula yang Anda konsumsi juga bisa berasal dari berbagai pemanis yang terdapat pada minuman ringan, saus, bahkan pada salad dressings dan bumbu-bumbu. Sehingga Anda perlu membatasi asupan gula setiap harinya. 






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id