Joko Anwar (Foto: YouTube/Raditya Dika)
Joko Anwar (Foto: YouTube/Raditya Dika)

Joko Anwar Sebut Film Horor Indonesia Bisa Ikuti Jejak K-Pop: Jangan Disuruh Stop

Rafi Alvirtyantoro • 10 April 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Joko Anwar sebut Indonesian Horror Wave nyata dan makin dicari penonton global, berpotensi jadi ekspor budaya seperti K-Pop.
  • Joko Anwar menilai horor Indonesia punya kekuatan autentik dari mitologi 200+ suku, jadi identitas yang layak dibanggakan.
  • Unsur spiritual dan kepercayaan lokal membuat horor Indonesia unik. Joko Anwar minta genre ini terus dikembangkan, bukan dihentikan.
Jakarta: Sutradara dan penulis kenamaan, Joko Anwar, menilai bahwa film bergenre horor berpotensi menjadi produk budaya unggulan yang diperkenalkan ke dunia, layaknya K-Pop dan drama Korea dari Korea Selatan.
 
Joko Anwar mengungkapkan bahwa saat ini tengah muncul fenomena Indonesian Horror Wave di kancah global. Tren ini membuktikan bahwa karya sineas lokal mulai mendapatkan tempat di hati penonton internasional.
 
Film horor Indonesia tuh dicari sekarang karena memang ada, it's real. Indonesian horror wave itu real,” kata Joko Anwar, dikutip dari saluran YouTube Raditya Dika, pada Kamis, 9 April 2026.

Potensi Besar Horor sebagai Identitas Bangsa

Menurut Joko Anwar, Indonesia tidak perlu malu untuk terus memproduksi film horor. Pasalnya, genre tersebut merupakan kekuatan autentik yang dimiliki dan patut dibanggakan oleh Indonesia.
 
“Seperti yang gue bilang dan sering gue katakan di mana-mana bahwa kita nggak perlu malu bahwa kita memproduksi film horor. It's... itu yang kita punya,” ucap Joko Anwar.

Keunikan genre horor di tanah air tercipta dari keberagaman suku bangsa. Setiap suku memiliki budaya, kepercayaan, dan mitologi unik yang menjadi sumber inspirasi tak terbatas bagi industri film.
 
“Kita sebuah negara yang terdiri dari banyak sekali ethnic groups ya, lebih dari 200, dan each one of these ethnic groups membawa their own mitologi, folklore, dongeng segala macam,” jelas Joko Anwar.

Kekuatan Spiritual dalam Cerita Horor Indonesia

Kekayaan budaya tersebut membuat alur cerita film horor Indonesia selalu menarik dan memicu rasa penasaran penonton. Unsur spiritualitas yang kental menjadi daya tarik utama yang membedakannya dengan film horor negara lain.
 
“Dan yang paling intriguing kan biasanya hal-hal seram karena kita memang percaya banget sama hal-hal seperti itu kan dari zaman dulu. Jadi, we are very spiritual in a way gitu,” lanjut Joko Anwar.
 
Oleh karena itu, sutradara film Pengabdi Setan ini meminta agar tidak ada pihak yang membatasi kreativitas dalam memproduksi film horor. Ia justru mendorong genre ini untuk terus dikembangkan secara serius.
 
“Jadi jangan dibilang stop making film horor, no. That's what we have,” tutur Joko Anwar.
   

Menjadikan Horor sebagai Ekspor Budaya Utama

Bahkan, genre horor dinilai layak menjadi "senjata" diplomasi budaya di pasar global, bersaing dengan produk populer dari negara lain.
 
“Bahkan kalau misalnya kita secara sadar mau mengekspor sesuatu untuk pop culture, Korea punya K-Pop, K-Drama, kita punya horor,” ujar Joko Anwar.
 
Joko Anwar sendiri dikenal sebagai salah satu sutradara horor terbaik di Indonesia melalui karya-karya ikonik seperti Pengabdi Setan (2017), Perempuan Tanah Jahanam (2019), hingga Siksa Kubur (2024). Ia piawai membangun atmosfer horor yang intens, sinematografi memukau, serta kekuatan cerita yang mendalam.
 
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA