Joko Anwar (Foto: Medcom/Rafi)
Joko Anwar (Foto: Medcom/Rafi)

Joko Anwar Ungkap Makna Hantu di Film Ghost In the Cell: Sindiran untuk Penguasa?

Rafi Alvirtyantoro • 09 April 2026 19:40
Ringkasnya gini..
  • Joko Anwar ungkap hantu di Ghost In the Cell melambangkan sesuatu yang tak dipahami manusia dan sering dilabeli sebagai ancaman.
  • Ghost In the Cell jadi kritik sosial, Joko Anwar ibaratkan rakyat dianggap hantu oleh penguasa dalam sistem yang sakit.
  • Joko Anwar sebut hantu adalah manusia dalam kondisi terburuk, penuh energi negatif, korup, dan putus asa di film Ghost In the Cell.
Jakarta: Sutradara dan penulis Joko Anwar menjelaskan konsep hantu yang muncul dalam film terbarunya, Ghost In the Cell.
 
Menurutnya, hantu di dalam film ini mewakili sesuatu yang tidak dipahami oleh manusia, yang berkaitan erat dengan label negatif dari masyarakat.
 
“Karena kita sering melabeli sesuatu sebagai hantu, ancaman, gitu. Kalau ada sesuatu yang kita nggak paham, kita label sebagai sesuatu yang menjadi ancaman,” kata Joko Anwar di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 9 April 2026.

Representasi Rakyat dan Penguasa

Joko Anwar menilai fenomena pelabelan tersebut juga mencerminkan hubungan antara pemerintah dan rakyat.

Ia mengibaratkan rakyat sering kali dianggap sebagai ancaman hanya karena kurangnya pemahaman dari pihak penguasa.
 
“Sama halnya kayak pemerintah mungkin nggak paham sama rakyat, mereka anggap rakyat sebagai ancaman,” ucap Joko Anwar.
 
Makna mendalam mengenai hantu tersebut sebenarnya telah tersirat melalui poster film Ghost In the Cell. Poster tersebut menampilkan aktor Aming yang memerankan karakter bernama Tokek.
 
“Makanya posternya, kalau teman-teman lihat poster Aming yang Tokek itu, Tokek is the hantu. Tapi di dalamnya kan ada kita, gitu kan,” jelas Joko Anwar.
 
Ia kembali menggambarkan bahwa hantu merupakan cerminan rakyat di mata pemerintah dalam sebuah sistem yang bermasalah. Menurutnya, sosok hantu tersebut merupakan bagian dari sistem yang sakit.
 
“Jadi, bagaimana orang melihat dari luar, penguasa misalnya melihat rakyat ya sebagai hantu. Padahal kita ada di sebuah sistem yang sakit. Jadi kalau dinamakan hantunya apa?” ungkap Joko Anwar.
   

Wujud Kondisi Terburuk Manusia

Dalam Ghost In the Cell, sosok hantu digambarkan akan berwujud menyerupai korbannya, namun dalam versi atau kondisi terburuk mereka. Hantu menjadi manifestasi dari energi negatif yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.
 
“Hantu adalah kita, in our worst state, gitu. Dalam kondisi terburuk kita ketika kita sangat negatif, kita hopeless, kita korup, that's our ghost,” pungkas Joko Anwar.

Jadwal Tayang dan Sinopsis Ghost In the Cell

Film Ghost In the Cell dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 16 April 2026. Film ini dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, hingga Arswendy Bening Swara.
 
Ghost In the Cell menceritakan teror mencekam di Lapas Labuhan Angsana. Setelah seorang narapidana baru membawa entitas misterius masuk ke dalam penjara, para napi dan petugas korup yang selama ini berseteru terpaksa bersatu. Mereka harus berjuang bertahan hidup dari ancaman kematian mengerikan yang mengincar siapa pun dengan aura negatif.
 

 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA