Film VATERLAND or A Bule Named Yanto (Foto: Dok. madfilms)
Film VATERLAND or A Bule Named Yanto (Foto: Dok. madfilms)

Berlatar Yogyakarta, Film VATERLAND or A Bule Named Yanto Raih Penghargaan di Cannes 2026

Rafi Alvirtyantoro • 26 Mei 2026 11:39
Ringkasnya gini..
  • Film pendek koproduksi Indonesia-Jerman VATERLAND or A Bule Named Yanto sukses meraih penghargaan di CANAL+ Award di Cannes Critics' Week 2026.
  • Proyek kolaborasi Aftersun Creative dan Madfilm ini melibatkan kru lokal serta mengangkat kebudayaan dan sudut pandang masyarakat di Yogyakarta.
  • Mengambil latar tempat di Jogja, film arahan sutradara Berthold Wahjudi ini mengisahkan seorang pemuda blasteran yang mencari identitas diri.
Jakarta: Film pendek hasil koproduksi Indonesia dan Jerman bertajuk VATERLAND or A Bule Named Yanto memenangkan penghargaan dalam Cannes Critics’ Week.

Menang CANAL+ Award di Cannes

VATERLAND or A Bule Named Yanto keluar sebagai pemenang CANAL+ Award, sebuah penghargaan prestisius dari jaringan televisi dan platform distribusi asal Prancis, CANAL+. Menariknya, karya ini menjadi satu dari hanya dua film pendek yang berhasil membawa pulang penghargaan dalam program kompetisi tersebut tahun ini.
 
Pencapaian tersebut menjadi angin segar sekaligus kebanggaan tersendiri bagi industri sinema Indonesia. Pasalnya, selain mengeksplorasi sudut pandang lokal di Yogyakarta, proyek ini digarap melalui kolaborasi antara Aftersun Creative Indonesia dan Madfilm (Jerman) dengan melibatkan mayoritas kru lokal dari Indonesia.  

Pengalaman Berharga bagi Sineas Lokal

Merespons pencapaian positif tersebut, Annisa Adjam selaku produser perwakilan Indonesia sekaligus pendiri Aftersun Creative mengungkapkan kebahagiaannya. Ia mengatakan bahwa film VATERLAND or A Bule Named Yanto memberikan pengalaman yang berarti bagi dirinya dan seluruh pihak yang terlibat.
 
“Bisa membuat film berlatar di Jogja dengan perspektif minoritas, orang dengan kultur campuran seperti ini, lalu mendapatkan reaksi yang sangat baik dari penonton Cannes kemarin, menjadi pengalaman yang sangat berarti buat kami,” kata Annisa Adjam dalam keterangan resminya.

Ia berharap kemenangan ini bisa menjadi pembuka jalan agar film VATERLAND or A Bule Named Yanto dapat disaksikan oleh banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
 
“Harapannya justru ini menjadi pembuka agar Yanto bisa terus berpetualang ke berbagai ruang menonton, khususnya di Indonesia dan berbagai negara lainnya,” lanjutnya.  

Perkuat Jaringan Ekosistem Film Independen

Kehadiran Annisa Adjam bersama Bagus Suitrawan di Cannes Film Festival merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat jaringan global bagi ekosistem film independen Indonesia. Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi VATERLAND or A Bule Named Yanto untuk melanglang buana ke berbagai festival film internasional berikutnya.
 
Film VATERLAND or A Bule Named Yanto juga sukses melangsungkan penayangan perdana di ajang bergengsi Cannes Film Festival 2026. Film arahan sutradara Berthold Wahjudi yang mengambil latar tempat di Yogyakarta ini berkompetisi dalam program La Semaine de la Critique (Cannes Critics’ Week) pada 19 Mei 2026.  

Sinopsis Film VATERLAND or A Bule Named Yanto

VATERLAND or A Bule Named Yanto mengisahkan tentang Yanto, pemuda berdarah campuran Jerman-Indonesia yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menemui adik perempuannya. Momen pertemuan itu kemudian bertransformasi menjadi sebuah perenungan mendalam mengenai pencarian identitas, makna kepemilikan, serta rasa asing yang kerap muncul di tengah benturan dua kebudayaan.
 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA