Menang CANAL+ Award di Cannes
VATERLAND or A Bule Named Yanto keluar sebagai pemenang CANAL+ Award, sebuah penghargaan prestisius dari jaringan televisi dan platform distribusi asal Prancis, CANAL+. Menariknya, karya ini menjadi satu dari hanya dua film pendek yang berhasil membawa pulang penghargaan dalam program kompetisi tersebut tahun ini.Pencapaian tersebut menjadi angin segar sekaligus kebanggaan tersendiri bagi industri sinema Indonesia. Pasalnya, selain mengeksplorasi sudut pandang lokal di Yogyakarta, proyek ini digarap melalui kolaborasi antara Aftersun Creative Indonesia dan Madfilm (Jerman) dengan melibatkan mayoritas kru lokal dari Indonesia.
Pengalaman Berharga bagi Sineas Lokal
Merespons pencapaian positif tersebut, Annisa Adjam selaku produser perwakilan Indonesia sekaligus pendiri Aftersun Creative mengungkapkan kebahagiaannya. Ia mengatakan bahwa film VATERLAND or A Bule Named Yanto memberikan pengalaman yang berarti bagi dirinya dan seluruh pihak yang terlibat.“Bisa membuat film berlatar di Jogja dengan perspektif minoritas, orang dengan kultur campuran seperti ini, lalu mendapatkan reaksi yang sangat baik dari penonton Cannes kemarin, menjadi pengalaman yang sangat berarti buat kami,” kata Annisa Adjam dalam keterangan resminya.
Ia berharap kemenangan ini bisa menjadi pembuka jalan agar film VATERLAND or A Bule Named Yanto dapat disaksikan oleh banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
“Harapannya justru ini menjadi pembuka agar Yanto bisa terus berpetualang ke berbagai ruang menonton, khususnya di Indonesia dan berbagai negara lainnya,” lanjutnya.
Perkuat Jaringan Ekosistem Film Independen
Kehadiran Annisa Adjam bersama Bagus Suitrawan di Cannes Film Festival merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat jaringan global bagi ekosistem film independen Indonesia. Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi VATERLAND or A Bule Named Yanto untuk melanglang buana ke berbagai festival film internasional berikutnya.Film VATERLAND or A Bule Named Yanto juga sukses melangsungkan penayangan perdana di ajang bergengsi Cannes Film Festival 2026. Film arahan sutradara Berthold Wahjudi yang mengambil latar tempat di Yogyakarta ini berkompetisi dalam program La Semaine de la Critique (Cannes Critics’ Week) pada 19 Mei 2026.
Sinopsis Film VATERLAND or A Bule Named Yanto
VATERLAND or A Bule Named Yanto mengisahkan tentang Yanto, pemuda berdarah campuran Jerman-Indonesia yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menemui adik perempuannya. Momen pertemuan itu kemudian bertransformasi menjadi sebuah perenungan mendalam mengenai pencarian identitas, makna kepemilikan, serta rasa asing yang kerap muncul di tengah benturan dua kebudayaan.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News