Belakangan, isu dugaan kekerasan dan ujaran kebencian terhadap kelompok queer atau komunitas LGBTQ+ ramai diperbincangkan di media sosial. Perbincangan itu mencuat setelah beredar sejumlah video yang memperlihatkan aksi sekelompok orang terhadap para transpuan di wilayah Bogor.
Salah satu akun Instagram bernama @bogorbersihlgbt menjadi sorotan setelah mengunggah sejumlah konten yang menampilkan sekelompok pemuda yang mengaku sebagai "Pembasmi Boti" atau "Boti Hunter". Dalam video yang beredar, mereka terlihat melakukan sweeping terhadap transpuan di sejumlah titik di Kota Bogor.
Sejumlah video tersebut juga memicu kecaman publik karena diduga memperlihatkan tindakan kekerasan, mulai dari penyiraman cairan yang disebut sebagai air urine hingga aksi pemukulan dan penendangan terhadap para transpuan.
Peristiwa itu memunculkan berbagai respons di media sosial, termasuk mengenai pentingnya perlindungan hak asasi manusia serta keamanan kelompok rentan di Indonesia.
Menanggapi video yang beredar, Nadin Amizah menyampaikan pandangannya melalui Instagram Story di akun pribadinya. Pelantun "Bertaut" itu menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun dan menyuarakan kekhawatirannya terhadap keselamatan kelompok queer.
"Dengan mereka (atau Instagram) menghapus post tersebut bukan berarti keselamatan kelompok queer terjamin. Kekerasan tetaplah kekerasan, gak peduli kalian berada di pihak mana," tulis Nadin di akun @cakecaine pada Jumat, 18 Juli 2026.

Setelah video-video tersebut menyebar luas dan menuai perhatian publik, akun Instagram @bogorbersihlgbt pun kini diketahui sudah tidak lagi dapat diakses.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda