Presiden Prabowo Subianto. Medcom.id/Kautsar
Presiden Prabowo Subianto. Medcom.id/Kautsar

Prabowo Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik di Indonesia pada 2028

Ekawan Raharja • 10 April 2026 15:05
Ringkasnya gini..
  • Prabowo menargetkan Indonesia memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028 untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional.
  • Pemerintah menyiapkan perusahaan khusus untuk memproduksi sedan listrik setelah Indonesia mampu membuat bus dan truk listrik.
  • Selain kendaraan listrik, pemerintah juga mempercepat pengembangan PLTS hingga 100 gigawatt guna mendukung transisi energi.
DKI Jakarta: Presiden Prabowo Subianto berharap Indonesia dapat memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028 sebagai bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9-4-2026).
 
"Memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," kata Prabowo dikutip dari Antara.
 
Harapan tersebut disampaikan seiring upaya pemerintah mendorong penguatan kapasitas industri otomotif berbasis listrik di dalam negeri.

Menurut Presiden, Indonesia saat ini telah memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan komersial listrik seperti bus dan truk. Kemampuan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional. Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan yang akan memproduksi sedan listrik di dalam negeri.

Baca Juga:
Estimasi Harga Denza B8 Jika Masuk Indonesia


"Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Sedan dari listrik," kata Prabowo.
 
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan Presiden Prabowo meminta perguruan tinggi turut mendukung percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta konversi kendaraan listrik.
 
Brian menjelaskan dukungan tersebut dilakukan melalui riset, kajian, dan hasil penelitian dari perguruan tinggi untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan dan bersih. Salah satu fokusnya adalah pengembangan PLTS untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang dinilai masih mahal.
 
Selain itu, Presiden Prabowo juga mendorong percepatan konversi kendaraan listrik guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga:
Panduan Lengkap Berkunjung ke GIICOMVEC 2026, Tiketnya Gratis!


Menurut Brian, langkah tersebut penting karena pembangkit listrik berbahan bakar diesel serta kendaraan berbasis BBM masih sangat bergantung pada pasokan minyak, sementara harga BBM dinilai tinggi dan berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.
 
Presiden Prabowo juga telah memerintahkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 100 gigawatt sebagai bagian dari percepatan program elektrifikasi dan upaya mewujudkan swasembada energi nasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan