Para dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
Para dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

Penanganan Penyakit Tulang Kini Lebih Difokuskan

Rona Skoliosis
Sunnaholomi Halakrispen • 22 Januari 2019 09:00
Jakarta: Penanganan penyakit tulang di Rumah Sakit Siloam sebelumnya dilakukan secara general. Kini, penanganan difokuskan berdasarkan bagian tulang yang mengalami cedera atau gangguan.
 
"Ortopedi penanganan cedera tulang secara umum itu sebenarnya bisa. Tapi lebih baik dilakukan berdasarkan sub spesialisasi, karena penanganannya lebih fokus dan lebih baik," ujar dr. Henry Suhendra, Sp.OT, di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
 
Ia memaparkan, sub spesialis ortopedi memiliki fokus yang berhubungan dengan beberapa hal. Di antaranya, cedera olahraga, kaki, pergelangan kaki, bahu, dan tulang belakang dengan penanganan cedera ligamen, cedera batalan sendi lutut, dislokasi sendi, maupun patah tulang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga: Penderita Skoliosis Tidak Harus Dioperasi)
 
Sebelum difokuskan, kata dr. Henry, mayoritas pasien ortopedi pergi ke rumah sakit di luar negeri.
 
Penanganan Penyakit Tulang Kini Lebih Difokuskan"Karena pasien kita banyak berobat di luar negeri. Itu yang kami ajukan, supaya penanganan kita makin baik dari negara tetangga," tuturnya.
 
Terkait dengan penanganan cedera tulang, ia menekankan bahwa tidak semua pasien dioperasi. Timnya akan memeriksa terlebih dahulu tingkat kerusakan tulang pada masing-masing pasien.
 
"Dengan pemberian obat, fisioterapi, radiofrekuensi, hingga operasi," paparnya.
 
Sementara itu, dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT menyampaikan, timnya mengupayakan pasien yang dioperasi tidak dilakukan pembedahan skala besar. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir perdarahan akibat operasi.
 
"Dengan menggunakan teknik minimal invasif, luka bekas operasi relatif kecil, yaitu 0,5 cm dengan perdarahan yang minimal yaitu kurang dari 50 cc. Waktu yang diperlukan untuk pembedahan cukup singkat, yaitu sekitar 45-90 menit," pungkas dr. Erick.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi