Flek pada trimester awal? Hal ini yang harus Anda lakukan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Flek pada trimester awal? Hal ini yang harus Anda lakukan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

5 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Flek di Trimester Awal

Rona kehamilan
Kumara Anggita • 30 Juli 2020 11:16
Jakarta: Di trimester awal kehamilan, beberapa ibu mengalami pendarahan atau flek. Bila ini terjadi pada Anda, jangan panik dulu. Dr. Rizal Fitni, Sp.OG menjelaskan bahwa pendarahan atau flek saat hamil merupakan kondisi yang cukup sering terjadi pada trimester awal kehamilan.
 
Menurutnya, sekitar 20 persen perempuan hamil pernah mengalami pendarahan saat hamil, khususnya pada 12 minggu pertama kehamilan.
 
Ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi adalah keluarnya bercak darah dari vagina pada masa awal kehamilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu bisa terjadi karena blighted ovum (atau hamil kosong adalah kehamilan yang tidak mengandung embrio), kehamilan etopik, hamil anggur atau tanda keguguran. 

Saat ini terjadi, ia menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa hal seperti di bawah ini: 

1. Istirahat

“Bed rest atau istirahat total (benar-benar hanya di atas kasur kecuali untuk aktivitas-aktivitas yang tidak bisa ditinggal seperti ke toilet atau makan),” ungkapnya dalam Aplikasi Orami Parenting dengan Tema Pendarahan Semester Awal.

2. Pergi ke dokter kandungan

Ia menganjurkan Anda untuk segera ke dokter kandungan terdekat. Ini dilakukan untuk memastikan diagnosa karena janin yang normal juga membutuhkan obat penguat untuk kandungan.

3. Tidak melakukan hubungan seks

Hindari hubungan seks untuk beberapa waktu sampai Anda diizinkan oleh dokter yang memeriksa.

4. Gunakan pembalut

Apabila pendarahan terjadi dalam jumlah yang banyak, dr. Rizal menyarankan Anda untuk memakai pambalut. Hal ini dilakukan agar memudahkan mengecek seberapa banyaknya darah yang keluar (dihitung dari berapa kali Anda ganti pembalut).

5. Jangan beraktivitas fisik

Agar tidak memperburuk keadaan, Anda tidak usah terlalu banyak bergerak. “Jangan melakukan olahraga ataupun aktivitas fisik berlebihan,” saran dr. Rizal. Konsultasikan ke dokter spesialis andungan Anda untuk langkah lain yang perlu dilakukan.

 

(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif