Pingsan atau sinkop ditandai dengan pusing, berkurangnya penglihatan, telinga berdengung, merasa panas, dan berakhir dengan black out atau pandangan yang gelap. Berikut adalah beberapa penyebab seseorang bisa pingsan.
1. Tekanan darah menurun
"Yang terjadi adalah, pasokan oksigen atau gula dalam otak menurun sampai pada suatu titik yang membuatnya tertutup," ujar Melisa Lai-Becker, MD, kepala bagian pengobatan darurat di Cambridge Health Alliance.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sinkop vasovagal adalah salah satu alasan paling umum untuk pingsan, dimana terdapat 25-40 persen kasus. Hal ini terjadi ketika bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab atas denyut jantung dan tekanan darah berhenti bekerja karena beberapa jenis pemicu seperti berdiri terlalu lama, cuaca panas, melihat darah, transfusi darah, atau bahkan ketakutan.
Awalnya detak jantung akan melambat, sehingga pembuluh darah di kaki akan melebar dan hal itu menyebabkan tekanan darah menurun. Penurunan dalam aliran otak yang mendadak membuat seseorang pingsan.
2. Detak jantung tidak teratur
Berdasarkan Mayo Clinic, seperempat penyebab pingsan berhubungan dengan irama jantung yang abnormal, atau aritmia. Contohnya, jantung yang berdetak terlalu cepat (lebih dari 150 denyut per menit), kata Dr Lai-Becker. Banyaknya darah dalam tubuh tidak memungkinkan hati untuk istirahat cukup dan mengirim darah melalui seluruh tubuh dan sampai ke otak. Meskipun tidak serius, namun aritmia memerlukan perawatan.
3. Lapar
Pada satu poin, seseorang akan merasa pusing karena terlalu lama menahan lapar. Hal ini disebabkan karena kurangnya bahan bakar untuk otak. Penurunan gula darah dapat membuat pingsan karena kehilangan sumber utama energi, yaitu glukosa. Untuk penderita diabetes dan orang dengan hipoglikemia (gula darah sangat rendah), ini dapat menyebabkan reaksi se-ekstrim koma. "Rata-rata orang yang tidak diabetes masih berada di tahap gemetar dan berkeringat dan bahkan pingsan jika belum makan," ujar Dr. Lai-Becker.
4. Terlalu emosional
"Salah satu penyebab umum di mana seseorang mungkin pingsan setelah mendengar kabar buruk atau terlalu gembira," jelas Dr Lai-Becker. "Pingsan karena emosi, atau sinkop psikogenik, bahkan lebih umum untuk individu dengan kecemasan, histeria, panik, atau gangguan depresi utama," tambahnya.
Dr. Lai-Becker juga menjelaskan bahwa banyak dokter yang masih tidak setuju dengan penyebab pingsan hanyalah akibat emosi yang luar biasa. Namun, kombinasi dari berbagai faktor seperti tekanan darah yang rendah hingga hiperventilasi yang membuat stres atau cemas yang ekstrim.
5. Berdiri
Ketika berdiri, gravitasi menyebabkan darah turun ke kaki sehingga menurunkan tekanan darah. "Dalam hal ini, gravitasi secara harfiah bekerja melawan Anda, menjaga jantung dari memompa cukup darah cepat sampai ke kepala Anda," kata Dr Lai-Becker.
Biasanya, sel-sel khusus dalam tubuh akan merasakan tekanan darah rendah dan sinyal otak memberitahu jantung untuk memompa lebih cepat dan mempersempit pembuluh darah. Proses ini menstabilkan tekanan darah sehingga seseorang tidak merasa pusing atau pingsan.
Namun, terkadang dehidrasi atau terlalu banyak makan dapat menganggu proses ini (biasa dixebut hipotensi ortostatik) sehingga tubuh tidak merespon dengan cepat. Jika sudah begini, coba letakkan kepala di antara kaki supaya darah kembali mengalir ke otak. (Health)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
