Anak-anak PAUD Mandala Sari Kumara. (Foto: Dok. Medcom.id/A. Firdaus)
Anak-anak PAUD Mandala Sari Kumara. (Foto: Dok. Medcom.id/A. Firdaus)

Ketika Daun Kelor Jadi Makanan Favorit Anak-anak

Rona kunjungan kemenkes
A. Firdaus • 24 April 2019 15:26
Daun kelor adalah salah satu kelompok sayur yang mengandung gizi lengkap. Kandungan dalam daun kelor antara lain protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C. Manfaat lainnya bisa mencegah stunting karena kaya akan zat besi serta kalsium.
 

 
Denpasar:
Daun kelor memiliki banyak manfaat. Baik itu berdasarkan mitos, maupun fakta nyata. Dalam hal mitos, daun kelor dipercaya untuk peluntur susuk bagi orang yang sudah meninggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara fakta dari segi kesehatan, daun kelor berkhasiat mengobati stres, diabetes, serta mencegah peradangan, bibir pecah-pecah, penuaan dini, hingga kanker.
 
Namun bagi warga Dusun Mandalasari, Denpasar, Bali, mereka punya perhatian khusus terkait pemanfaatan daun kelor. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Moringa Oleifera itu dibuat sebagai bahan makanan tambahan seperti pudding atau nugget.
 
Adalah posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Mandalasari yang telah mengedukasi orang tua wali murid. Mereka memberikan bekal kepada orang tua untuk menggunakan daun kelor sebagai pemberi makanan tambahan (PMT).
 
“Awalnya berupa puding. Belakangan daun kelor kami gunakan untuk membuat nugget dan sup. Selain bergizi dan murah, duan kelor juga mudah ditemukan,” ujar Kepala Paud Mandala Kumara, Ni Made Sulastri, SE.
 
Edukasi ke para orang tua wali murid berupa pelatihan memasak sup kelor, nugget kelor, puding, dan jelly kelor. Mereka juga diberi pembekalan bagaimana meyakinkan anak-anak untuk bisa mengonsumsi makanan yang berbahan dasar daun kelor ini.
 
“Untuk pudding daun kelor dijadikan bahan utama. Sementara penggunaan daun kelor di nugget hanya sebagai tambahan. Jadi daunnya tanpa ditumbuk, dimasukkan ke adonan,” terang Dewi.
 
(Baca juga: Daun Kelor, Primadona Indonesia yang Digandrungi Warga Rusia)
 
Ketika Daun Kelor Jadi Makanan Favorit Anak-anak
(Nugget daun kelor. Foto: Dok. Medcom.id/A. Firdaus)

Budaya makan daun kelor

Mengajak anak-anak untuk bisa mengonsumsi makanan yang berbahan daun kelor sempat menemui kesulitan. Mereka sempat menolak, namun untungnya, tak berlangsung lama.
 
“Awalnya anak-anak enggak doyan dengan daun kelor. Tapi begitu dikasih dalam kondisi yang sudah jadi, mereka akhirnya mau,” jelas Dewi, salah satu kader posyandu.
 
Selain menghilangkan kejenuhan di dalam menu makanan anak-anak, daun kelor juga memiliki banyak khasiat. Seperti mencegah stunting, kaya akan zat besi, dan kalsium.
 
Dewi juga mengatakan, masyarakat terutama wali murid, kader PKK, dan masyarakat sudah teredukasi pentingnya makan sayur. Termasuk untuk anak-anak balita. Sekarang sudah menjadi budaya menanam pohon kelor dan mengolahnya untuk PMT.
 
Sementara itu, Ni Made juga menambahkan enurut Ni Made, selain mengembangkan PMT daun kelor, Posyandu mandala Sari dan Paud Mandala Kumara juga menjadi Pemenang Lomba Ayo Minum Air (AMIR) tingkat nasional Januari 2018. Mereka bekerja sama dengan perusahaan air minum.
 
“Prestasi ini telah mengubah kebiasaan anak PAUD yang semula terbiasa minum air berwarna, kini sudah terbiasa minum air putih, sehingga anak-anak menjadi lebih sehat," tutup Made.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif