Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Cara Mengatasi Inkontinensia Urin pada Wanita

Rona tips kesehatan
Torie Natalova • 05 Juli 2019 12:02
Inkontinensia urin adalah pengeluaran urin yang tidak disengaja umumnya terjadi pada wanita. Ada beberapa jenis inkontinensia.
 

Jakarta: Anda mungkin pernah mengalami kehilangan kendali terhadap keinginan buang air kecil sehingga membuat kepanikan dan tentu saja malu. Tidak dapat menahan buang air kecil atau yang dikenal dengan istilah inkontinensia urin selain dapat menimbulkan rasa malu juga membuat penderitanya tidak nyaman.
 
Namun, ada banyak langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasinya. Konsultan ahli urologi Jeremy Ockrim menjelaskan inkontinensia urin adalah pengeluaran urin yang tidak disengaja dan umumnya terjadi pada wanita. Seperti dilansir netdoctor, berikut jenis-jenis inkontinensia:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Inkontinensia stres
 
Ini disebabkan oleh kelemahan katup uretra dan dasar panggul. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh kehamilan, persalinan, menopause, operasi seperti histerektomi dan obesitas. Inkontinensia stres terjadi saat aktivitas seperti berlari, berlutut, batuk atau bersin.
 
2. Inkontinensia yang mendesak
 
Kandung kemih terlalu aktif didefinisikan oleh urgensi kemih atau kebutuhan untuk segera ke toilet dan sulit menundanya. Urgensi atau desakan sering dikaitkan dengan frekuensi kemih yang terjadi pada siang dan akan semakin sering terjadi di malam hari.
 
3. Inkontinensia overflow
 
Ini dapat terjadi jika kandung kemih tidak kosong dengan benar. Kondisi ini mungkin pasif karena terjadi ketika pasien tidak menyadari kebocoran atau terjadi saat pasien tegang seperti batuk atau tertawa.
 
4. Inkontinensia campuran
 
Kondisi ini menggambarkan kombinasi inkontinensia stres dan gejala inkontinensia mendesak. Bahkan, dua penyebab kebocoran urin ini sering terlihat bersamaan. Jenis inkontinensia apapun tetap harus mendapatkan penanganan. Dalam banyak kasus, tindakan gaya hidup sederhana dan latihan dasar panggul sebenarnya sudah cukup untuk mengatasi masalah tersebut.
 
Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat membantu mengelola dan meredakan masalah inkontinensia. Mempertahankan berat badan yang sehat, perbanyak buah dan sayuran untuk menghindari sembelit, lakukan olahraga secara teratur, hindari kafein dan alkohol yang dapat merangsang ginjal untuk menghasilkan lebih banyak urin.
 
Lakukan latihan dasar panggul setiap hari, gunakan pakaian yang mudah untuk dibuka saat rasa ingin buang air kecil datang.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif