Faktor Pemicu Penyakit Jantung yang Jarang Diketahui
Menjadi depresi tidak hanya meningkatkan risiko terkena penyakit jantung tapi melipatgandakan risiko kematian. (Foto: Erick Witsoe/Unsplash.com)
Jakarta: Memang benar bahwa faktor risiko terbesar penyakit jantung seperti obesitas, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol, pola makan buruk, stres, dan riwayat keluarga. Tapi itu bukan satu-satunya faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyumbatan arteri.

Jika Anda ingin menurunkan risiko penyakit jantung, Anda harus mengetahui tidak hanya faktor risiko paling umum, tapi juga hal yang aneh.

Di sini, ahli jantung menjelaskan faktor risiko penyakit jantung yang perlu diketahui terutama kaum wanita.


1. Pubertas dini
Semakin dini Anda mulai pubertas seperti mendapatkan haid sebelum usia 12 tahun, semakin tinggi risiko penyakit jantung Anda nanti. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat estrogen meningkat dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah dan stroke.

2. Minum pil diet
"Sebagian besar pil diet tidak bekerja dan parahnya ini dapat membunuh Anda," sebut laman Prevention.com. Setiap pil dengan efek stimulan, meningkatkan tekanan darah dan detak jantung Anda yang membuat tekanan pada jantung.

(Baca juga: 7 Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan Wanita)

3. Baru terkena flu
Flu meningkatkan risiko serangan jantung enam kali lipat setidaknya satu tahun setelah Anda terinfeksi. Jika Anda merasa sulit bernapas saat berbaring dan Anda membengkak setelah flu, segera ke rumah sakit. Infeksi bakteri dan virus tertentu dapat berpindah ke jantung, menyebabkan penyakit jantung dan bahkan gagal jantung.


(Menjadi depresi tidak hanya meningkatkan risiko terkena penyakit jantung tapi melipatgandakan risiko kematian. Foto: Alessandro Di Credico/Unsplash.com)

4. Kesepian
Merasa kesepian dan terisolasi secara sosial meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 30 persen seperti halnya merokok. Memiliki hewan peliharaan telah terbukti tidak hanya mengurangi kesepian tapi juga dapat memperbaiki kesehatan jantung.

5. Komplikasi selama kehamilan
Menumbuhkan janin dalam kandungan adalah pekerjaan ekstra untuk sistem peredaran darah Anda. Volume darah berlipat ganda dan jantung harus bekerja ekstra keras. Jika Anda menderita diabetes gestasional, preeklampsia atau miliki tekanan darah tinggi selama hamil, Anda berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

6. Didiagnosis menderita penyakit peradangan
Lupus dan rheumatoid arthritis memiliki dua kesamaan yakni cenderung mempengaruhi wanita dan keduanya meningkatkan risiko penyakit jantung. Peradangan merusak pembuluh darah, menyebabkan plak terbentuk pada jantung.

7. Depresi
Menjadi depresi tidak hanya meningkatkan risiko terkena penyakit jantung tapi melipatgandakan risiko kematian. Orang yang mengalami depresi memiliki kortisol lebih tinggi, hormon stres yang terkait dengan penyakit jantung.










(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id