Penelitian dari University of Warwick (Inggris) dan University of Queensland (Autralia) ini melibatkan lebih dari 12 ribu orang.
Manfaat tersebut didapat dari kelebihan porsi yang dikonsumsi setiap harinya. Mereka yang mengonsumsi sedikit atau tidak sama sekali buah-buahan dan sayuran setiap hari dan yang makan hingga delapan porsi, mengalami perasaan baik yang berbeda saat menjadi pengangguran hingga bekerja.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Meskipun manfaat makan buah-buahan dan sayuran sudah diketahui, namun untuk manfaat satu ini, dibutuhkan waktu cukup lama, yaitu sekitar dua tahun setelah menjalani pola makan yang tersebut.
Berdasarkan studi CDC, 76 persen orang Amerika tidak mengonsumsi cukup buah-buahan, sementara 87 persen tidak makan cukup sayuran.
"Motivasi orang untuk makan makanan sehat melemah karena keuntungan kesehatan fisik, seperti melawan kanker, berdampak beberapa dekade kemudian," ujar peneliti Andrew Oswald.
Namun, peningkatan kesejahteraan dari konsumsi buah-buahan dan sayuran juga semakin terlihat, seperti peningkatan kebahagiaan.
Para peneliti berspekulasi, antioksidan dalam darah adalah penyebabnya. Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(ELG)
