Pencapaian tersebut sekaligus menjadi rekor baru bagi Capcom dalam periode satu tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026. Seri Resident Evil menjadi kontributor terbesar terhadap performa perusahaan, terutama lewat kehadiran judul terbaru, Resident Evil Requiem.
Game terbaru itu dilaporkan terjual sekitar 6,91 juta kopi dan langsung menjadi judul Capcom dengan penjualan tertinggi sepanjang periode 2025-2026. Kesuksesan tersebut juga membantu memperkuat dominasi franchise Resident Evil di pasar global.
Selain Resident Evil Requiem, sejumlah judul lawas Capcom masih menunjukkan performa kuat. Remake Resident Evil 4 mencatat penjualan 3,69 juta kopi, disusul Resident Evil Village dengan 3,62 juta kopi, serta remake Resident Evil 3 yang mencapai 3,46 juta kopi.
Tidak hanya seri Resident Evil, beberapa IP populer Capcom lainnya juga masuk daftar game terlaris perusahaan. Devil May Cry 5 tercatat terjual 2,71 juta kopi, sementara Street Fighter 6 menyumbang 2,04 juta kopi selama periode tersebut.
Berikut daftar 10 game Capcom terlaris sepanjang 2025-2026:
1. Resident Evil Requiem — 6,91 juta kopi (judul terbaru)
2. Remake Resident Evil 4 — 3,69 juta kopi (total 13,6 juta kopi)
3. Resident Evil Village — 3,62 juta kopi (total 14,93 juta kopi)
4. Remake Resident Evil 3 — 3,46 juta kopi (total 13,36 juta kopi)
5. Remake Resident Evil 2 — 2,91 juta kopi (total 18,32 juta kopi)
6. Devil May Cry 5 — 2,71 juta kopi (total 12,94 juta kopi)
7. Resident Evil 7 Biohazard — 2,61 juta kopi (total 17,4 juta kopi)
8. Street Fighter 6 — 2,04 juta kopi (total 6,71 juta kopi)
9. Resident Evil 6 — 1,86 juta kopi (total 16,88 juta kopi)
10. Resident Evil 5 — 1,7 juta kopi (total 19,01 juta kopi)
Capcom juga mengungkapkan bahwa penjualan game digital kini mendominasi bisnis mereka. Sekitar 93 persen total penjualan berasal dari versi unduhan digital, menandakan perubahan perilaku gamer yang semakin meninggalkan format fisik.
Di sisi lain, penjualan katalog game lama masih menjadi tulang punggung perusahaan. Capcom menyebut kontribusi katalog lawas mencapai lebih dari 80 persen terhadap total volume penjualan tahunan mereka.
Pasar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan China disebut menjadi wilayah dengan kontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis Capcom dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam laporan perusahaan, Capcom juga menegaskan akan terus berinvestasi pada teknologi pengembangan game untuk meningkatkan efisiensi produksi di masa depan.
"Perusahaan terus secara agresif mengejar investasi pertumbuhan yang bertujuan untuk membangun lingkungan pengembangannya. Ini termasuk penelitian dan pengembangan teknologi mutakhir seperti mesin game miliknya sendiri, investasi pengembangan lainnya, dan penggunaan AI generatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses pengembangan game," ungkap Capcom.
Untuk tahun fiskal 2027, Capcom memasang target ambisius dengan membidik penjualan hingga 65 juta unit game secara global. Target tersebut akan didorong lewat sejumlah judul baru yang tengah dipersiapkan perusahaan.
Beberapa game besar yang diproyeksikan menjadi motor penjualan berikutnya antara lain Pragmata, Onimusha: Way of the Sword, hingga Mega Man: Dual Override. Kehadiran franchise lawas dengan pendekatan modern diyakini menjadi strategi utama Capcom mempertahankan momentum pertumbuhan.
Tidak hanya fokus di industri game, Capcom juga memperluas ekspansi bisnis hiburannya ke sektor film dan serial adaptasi. Perusahaan dijadwalkan menghadirkan anime Devil May Cry serta film Street Fighter yang direncanakan rilis pada Oktober mendatang.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News