Sejak pukul 16.00 WIB, berbagai aktivitas seru tampak menghidupkan suasana di sekitar lokasi. Mulai dari antrean panjang memburu official merchandise, berburu kuliner, hingga aksi komunitas fanbase yang tukar-menukar freebies dan penandatanganan banner yang diinisiasi oleh komunitas resmi penggemar, Fanbase ONE OK ROCK Indonesia.
Medcom.id pun berkesempatan untuk berbincang langsung dengan dua sosok di balik kemudi kreatif akun Instagram @oneokrock_indo, sebuah wadah komunikasi fanbase dengan 23,1 ribu pengikut yang aktif mengawal berbagai proyek penggemar menjelang konser ini.
Ayub (26), selaku Head Creative Instagram @oneokrock_indo, menuturkan bahwa jaringan komunitas mereka kini tidak hanya berpusat di satu platform. Mereka mengelola ekosistem digital yang masif di berbagai lini media sosial, termasuk sub-komunitas regional di berbagai penjuru kota di Indonesia.
"Platform kita ada Instagram, X, Threads, Telegram, dan terus ada grup WhatsApp juga. Grup-grup regional juga ada banyak dan itu di bawah fanbase ONE OK ROCK Indonesia juga," ungkap Ayub kepada Medcom.id.
Menariknya, kepengurusan aktif saat ini tergolong baru berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Naufal (24), selaku Event Manager, menceritakan bahwa keterlibatannya berawal secara tidak sengaja usai menonton konser Luxury Disease Asia Tour di Beach City International Stadium, Ancol, pada November 2023 lalu.
"Sebenarnya sih awal mulanya dari konser 2023 ya. Gue tuh awalnya berdiri sendiri aja, cuman fans biasa yang tidak tahu ada komunitasnya. Tapi di situ gue dikasih tahu sama salah satu teman gue yang ternyata tahu komunitas ONE OK ROCK Indonesia. Terus, gue langsung join ke grup WhatsApp-nya. Dan kebetulan di situ pas banget lagi ada nobar Live Streaming Luxury Disease. Singkat cerita, pengurus lama 'menjebak' gue buat masuk kepengurusan, lalu gue gantian 'menjebak' Ayub. Jadi bisa dibilang kami ini anak baru, baru sekitar dua tahun berjalan," ujar Naufal seraya tertawa.
Acara Road to Konser dari Fanbase ONE OK ROCK Indonesia
Hype luar biasa untuk konser malam ini rupanya bukan hasil instan. Komunitas ini rupanya telah menggodok rangkaian acara pemanasan bertajuk Road to DETOX sejak Oktober tahun lalu demi membangun momentum kedatangan keempat ONE OK ROCK ke Indonesia."Kita sudah bikin karaoke night hingga acara tribute yang semuanya menyelipkan unsur album DETOX. Puncaknya pada 14 Mei kemarin, kita menggelar Gathering Nasional di Skitrow Coffee, Rawamangun. Acaranya diisi tribute band dan giveaway biar para fans dari luar kota yang sudah datang bisa have fun. Tanggal 15 kita istirahat, dan hari ini (16 Mei) baru fokus ke konser," jelas Ayub.
Fans Project: Gerakan Request "Mighty Long Fall" di Sesi Encore
Selain menjaga antusiasme para fans, @oneokrock_indo juga memelopori sebuah gerakan khusus (fan project) di media sosial. Mereka mengajak seluruh penonton di Indonesia Arena untuk kompak menyuarakan lagu "Mighty Long Fall" (dari album 35xxxv, 2015) agar dibawakan sebagai lagu penutup atau encore.Pemilihan lagu dan penempatannya di akhir konser pun dipikirkan secara matang oleh pengurus agar tidak mengganggu setlist konser yang telah dibuat oleh ONE OK ROCK.
“Request-nya 'Mighty Long Fall' di akhir. Kenapa di akhir? Karena kita gak mau ngerusak setlist yang dia bikin dan juga tempo lagu yang udah dipersiapkan. Karena kita tahu juga DETOX ini sangat menguras suara dia, dari segi vokalnya, dari segi fisiknya, dan lain-lain. Jadi alangkah baiknya kita taruh itu di akhir," ujar Ayub.
Baca Juga :
Siap-siap War! Ini Daftar Harga Tiket dan Jadwal Ticketing Konser The Weeknd di JIS 2026
Harapan untuk Personel ONE OK ROCK
Menutup perbincangan, kedua pengurus ini menyampaikan harapan mereka terhadap kelanjutan karier bermusik ONE OK ROCK. Ada rasa optimisme sekaligus kedewasaan dari cara mereka memandang evolusi musik band asal Jepang tersebut ke depan.Naufal berharap konsistensi kualitas musik mereka tetap berada di level tertinggi seperti di album DETOX kali ini yang didapuk menjadi album favoritnya.
“Semoga karya-karya yang akan datang cawur terus lah, the best terus. Karena Detox ini menurut gue album the best lagi buat gue. Jadi gue sangat berharap next albumnya juga se-the best ini," ungkap Naufal.
Di sisi lain, Ayub mendukung penuh eksplorasi bermusik ONE OK ROCK ke depan, bahkan jika mereka memutuskan untuk menurunkan tempo musiknya di masa mendatang.
"Kalau gue gak berharap banyak. Dengan dia sudah sekeras ini, it's okay kalau ONE OK ROCK pengen bikin lebih slow. Tapi gue harap banget mereka tuh lebih banyak kolaborasi atau bikin album yang dinyanyiin dengan musisi Jepang lain. Itu kayaknya menarik untuk mereka sih," tutur Ayub.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News