Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Melewatkan Waktu Makan

Torie Natalova 05 Desember 2018 13:51 WIB
diet
Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Melewatkan Waktu Makan
Sebuah studi menemukan bahwa stres menambah tingkat kelaparan. (Foto: Gardie Design & Social Media Marketing/Unsplash.com)
Jakarta: Anda mungkin seringkali melewatkan waktu sarapan atau makan siang untuk beberapa alasan, seperti sedang diet atau tidak sempat makan.

Reaksi tubuh terhadap waktu makan yang dilewati sangat bergantung pada usia, kesehatan, diet, dan tingkat aktivitas Anda.

Melewatkan waktu makan baik itu sarapan, makan siang atau makan malam dapat menimbulkan konsekuensi baik maupun buruk. Para ahli menjelaskan apa yang dapat terjadi pada tubuh jika Anda melewatkan waktu makan.


1. Anda akan kehilangan berat badan, tapi...
Tentu saja, efek nyata dari melewatkan waktu makan secara konsisten adalah penurunan berat badan. Tapi, ada cara yang benar dan salah untuk melakukannya.

Sebuah studi menemukan cara optimal memecah makanan Anda di siang hari adalah dengan sarapan yang besar, makan siang 5-6 jam kemudian, dan puasa semalaman.


(Reaksi tubuh terhadap waktu makan yang dilewati sangat bergantung pada usia, kesehatan, diet, dan tingkat aktivitas Anda. Foto: Jennifer Burk/Unsplash.com)

(Baca juga: Kesalahan Ngemil yang Membuat Berat Badan Naik Drastis)

2. Makan berlebihan
Sebuah studi menemukan bahwa stres menambah tingkat kelaparan. Jadi, jika melewatkan waktu satu kali justru membuat Anda ingin makanan manis dan berlebihan, tidak ada manfaat lain selain penambahan berat badan di kemudian hari.

3. Kembung berkurang
Satu efek positif dari melewati waktu makan adalah kembung berkurang. Seperti puasa intermiten (puasa semalaman) memberi waktu pada sistem pencernaan untuk memproses makanan yang sudah ada dalam tubuh Anda. Ini akan membuat tubuh kehilangan lemak perut yang menyebabkan peradangan.

4. Merasa lemah
Ini karena penurunan glukosa darah karena kita tidak memberi makan otak dari makanan yang dikonsumsi sehingga memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk istirahat.

5. Peningkatan ingatan
Peneliti Uiversitas Virginia menemukan bahwa diet seperti puasa intermiten sebenarnya dapat meningkatkan kemampuan ingatan Anda. Hal itu disebabkan peningkatan kadar neurogenesis di otak yang terjadi dari puasa. Neurogenesis adalah perkembangan sel-sel otak baru dan jaringan syaraf.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id