Acara peluncuran sedotan kertas pertama oleh Nestle (Foto: Kumara/Medcom.id)
Acara peluncuran sedotan kertas pertama oleh Nestle (Foto: Kumara/Medcom.id)

Sedotan Kertas Pertama Hadir di Indonesia

Rona Nestle Indonesia
Kumara Anggita • 27 September 2019 15:48
Jakarta: Semakin hari, keadaan alam semakin memprihatinkan karena plastik. Bila dibiarkan, generasi penerus bisa kehilangan masa depannya.
 
Hari ini, Nestlé ingin ikut turut serta dalam menjaga alam dengan meluncurkan inovasi baru dalam mengemas produknya. Yaitu dengan memperkenalkan sedotan kertas pertama untuk Nescafé Ready-To-Drink. Cara ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.
 
Sedotan berbahan kertas sejalan dengan target pemerintah Indonesia. Yaitu mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada 2025.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagai inisiatif perdana, sedotan kertas diluncurkan untuk Nescafé Lively Yuzu dan Cool Coconut akan dijual di toko Alfamart dan Indomaret di daerah Jabodetabek. Kami berencana untuk menerapkan solusi kemasan yang sama untuk varian ready-to-drink lainnya secara bertahap dengan tujuan mengeliminasi 450 juta sedotan plastik setelah peluncuran," ungkap Presiden Direktur Nestlé Indonesia, Dharnesh Gordhon, di Jakarta, Jumat, 27 September 2019.
 
Diharapkan sedotan berbahan kertas ini bisa menjadi pelopor agar semua kalangan ikut peduli terhadap lingkungan. Inisiatif ini juga merupakan kontribusi terkini guna mewujudkan komitmen Nestlé mendaur ulang dan menggunakan kembali 100 persen kemasan kami pada tahun 2025. Namun, mereka juga bisa menyadari bahwa inisiatif ini tidak cukup, dan perlu melakukan lebih banyak hal untuk menyelesaikan tantangan sampah plastik.
 
"Pendekatan kami untuk menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan dan sirkuler berfokus pada tiga bidang utama yaitu, mengembangkan kemasan untuk masa depan, membantu menciptakan masa depan yang bebas sampah, dan mendukung perubahan perilaku dan pemahaman terkait cara menggunakan plastik. Sebagai perusahaan, kami ingin membangun pemahaman, menginspirasi, dan memimpin inovasi dengan menjadi pelopor," ungkap Executive President Nestlé, S.A untuk Zona Asia, Oceania dan Afrika Sub-Sahara (AOA), Chris Johnson.
 
"Kami mengerti bahwa kami tidak dapat mengubah sistem yang ada saat ini sendiri. Perubahan membutuhkan kerja sama dan inovasi berskal global. Bekerja sama dengan para ilmuwan bahan kemasan, para ahli kemasan hingga kelompok masyarakat, dan LSM, pemerintah, dan perusahaan lain, kami ingin menciptakan perubahan jangka panjang dan berdampak signifikan," lanjut Business Executive Officer Ready To Drink Business Nestlé Indonesia, Welih, Sutidjan.
 
Tak hanya untuk produk Nescafé, MILO juga meluncurkan penggunaan gelas kertas yang bisa didaur ulang 100 persen. Inisiatif ini akan dilakukan secara bertahap dimulai pada kuartal pertama tahun 2020.
 
"Kami terus berinovasi untuk menginspirasi keluarga Indonesia untuk menjalankan gaya hidup aktif dan sehat melalui program olahraga kami. Di samping itu, kami juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dimulai dengan mengadopsi gelas kertas yang 100 persen dapat daur ulang untuk menyajikan MILO dingin pada seluruh kegiatan olahraga kami," ujar Business Executive Officer Beverages Business Unit Nestlé Indonesia, Prawitya Soemadijo.
 
Tentu ini menjadi langkah awal yang baik. Apalagi Nescafe dan MILO mendorong generasi muda untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial #AwalCintaAlam dengan mengurangi konsumsi sedotan plastik mereka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif