(Foto: Foodal)
(Foto: Foodal)

Konsumsi Kerang Berlebihan Tingkatkan Risiko Kanker Endometrium

Rona studi kesehatan
Raka Lestari • 29 Agustus 2018 10:28
Jakarta: Sebuah studi observasional yang diterbitkan dalam Jurnal Plos One mengungkap hubungan kadar kadmium yang tinggi dengan peningkatan risiko kanker endometrium. 
 
Kadmium adalah logam yang biasa ditemukan dalam beberapa bahan makanan seperti kerang, bagian ginjal, hati, dan tembakau. 
 
Para peneliti melakukan pemeriksaan terhadap 631 wanita dengan riwayat kanker endometrium dan 879 tanpa riwayat kanker endometrium. Peserta memberikan sampel urine dan air liur untuk menguji seberapa tinggi kadar kadmium pada tubuh mereka. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasilnya menunjukkan bahwa risiko kanker endometrium meingkat sebesar 22 persen pada wanita dengan kadar kadmiun yang tinggi. 
 
"Kadmium adalah zat kimia peniru estrogen, yang berarti dapat meniru estrogen dan dampaknya pada tubuh," kata penulis utama Jane McElroy, PhD, profesor di departemen Kesehatan Keluarga dan Masyarakat di MU School of Medicine, dikutip dari Science Daily. 
 
"Kanker endometrium telah dikaitkan dengan paparan estrogen. Karena kadmium meniru estrogen, berarti juga dapat menyebabkan peningkatan pertumbuhan endometrium, yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker endometrium," tambahnya.
 
Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko Anda terkena kanker endometrium.  Menurut McElroy, merokok telah terbukti lebih dari dua kali lipat meningkatkan paparan kadmium seseorang. 
 
Begitu juga dengan pola makan. Anda tidak perlu benar-benar menghilangkan makanan yang memiliki kadmium tinggi, tetapi harus membatasinya. 
 
Lihat video:
 


 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif