Penyebab infertilitas pada perempuan dan laki-laki berbeda. Simak penjelasan dari dr. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Ak. (Foto: Pexels.com)
Penyebab infertilitas pada perempuan dan laki-laki berbeda. Simak penjelasan dari dr. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Ak. (Foto: Pexels.com)

Penyebab Infertilitas pada Laki-laki

Rona infertilitas
Kumara Anggita • 14 Januari 2020 13:05
Jakarta: Masih ada orang yang berpikir bahwa alasan pasangan belum punya anak adalah karena perempuannya tidak subur. Ini perlu dikoreksi karena infertilitas bisa terjadi pada perempuan, laki-laki, atau kedua-duanya.
 
Dokter Spesialis Akupunktur Klinik RS Pondok Indah, dr. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Ak menjelaskan, satu dari tujuh pasangan suami istri di dunia mengalami infertilitas, baik infertilitas primer maupun infertilitas sekunder.
 
Ini terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki. Menurut penelitian, sekitar 40 - 50 persen infertilitas disebabkan oleh faktor yang berasal dari istri, 25 - 40 persen dari suami, 10 persen karena faktor keduanya, dan 10 persennya lagi tidak diketahui penyebabnya (idiopatik).

Penyebab infertilitas pada perempuan dan laki-laki pun berbeda. Penyebab infertilitas pada pria antara lain:

- Berkurangnya jumlah produksi sperma
- Adanya sumbatan pada sistem pengeluaran sperma
- Terbentuknya antibodi terhadap sperma
- Kelainan genetik
- Gangguan hormonal
- Impotensi
- Varikokel
- Pengaruh radiasi atau obat

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyebab Infertilitas pada Laki-laki
(Dokter Spesialis Akupunktur Klinik RS Pondok Indah, dr. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Ak. Foto: Dok. RSPI)
 
Untuk mengatasi penyenbabnya, Anda bisa memulainya dari terapi akupuntur. “Akupunktur medik yang dikombinasikan dengan pengobatan kedokteran modern dapat memberikan hasil yang lebih optimal untuk menunjang penanganan gangguan kesuburan," papar dr. Handaya.
 
Ia menerangkan bahwa menurut penelitian, teknik akupunktur dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung 60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menjalani terapi akupunktur.
 
"Teknik ini dilakukan dengan cara merangsang titik tertentu di permukaan tubuh, baik menggunakan jarum saja, elektroakupunktur (dengan bantuan listrik), laserpunktur (dengan sinar laser), maupun penyuntikan dengan cairan yang dikenal dengan akuapunktur,” lanjutnya.
 
Dokter Handaya menambahkan, selama menjalani terapi atau program penanganan infertilitas, pasien disarankan memperbaiki pola hidup dengan tidak merokok, makan makanan yang bergizi dan menghindari makanan yang mengandung pengawet.
 
Langkah selanjutnya juga menurunkan berat badan, mencegah stres, istirahat dan tidur cukup, serta berolahraga teratur seperti bersepeda dan lari ringan sekitar 30 menit sehari.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif