Penelitian: Makanan Dapat Mengontrol Gejala Asma
Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Roland Andrianasolo berkesimpulan bahwa makanan bernutrisi membantu mencegah atau meminimalkan asma. (Foto: Brooke Lark/Unsplash.com)
Jakarta: Makanan tidak hanya sekedar mengatasi lapar. Apa yang kita makan berpengaruh terhadap kondisi tubuh. 

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Roland Andrianasolo berkesimpulan bahwa makanan bernutrisi membantu mencegah atau meminimalkan asma. 

Meski riset yang dilakukan oleh Epidemiologi Gizi di Inserm-Inra, Paris itu tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, pakar penyakit asma mendukung kesimpulan tersebut.


Peneliti menyurvei hampir 35.000 orang dewasa Prancis tentang jumlah gejala asma yang mereka alami selama setahun terakhir. Sekitar seperempat dari peserta mengalami setidaknya satu gejala.

Para peserta juga ditanya tentang kebiasaan makan mereka. Responden yang mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan sereal gandum dinilai paling sehat. Sementara yang tinggi dalam daging, garam dan gula dianggap paling tidak sehat.

Setelah disesuaikan untuk faktor-faktor lain yang terkait dengan asma seperti merokok dan olahraga, para peneliti menemukan bahwa pola makan yang sehat menurunkan risiko mengidap asma hingga 30 persen lebih untuk pria, dan 20 persen lebih rendah untuk wanita.

Studi juga menemukan makanan sehat juga menurunkan risiko timbulnya asma bagi penderita hingga 60 persen pada pria, dan 27 persen pada wanita.


(Responden dalam penelitian asma ini juga ditanya seputar gaya makan mereka. Foto: Jennifer Schmidt/Unsplash.com)

(Baca juga: 7 Makanan Ini Bantu cegah Kambuhnya Asma)

"Hasil kami sangat mendorong promosi diet sehat untuk mencegah gejala asma dan mengelola penyakit," kata Andrianasolo dalam rilis berita jurnal saat dikutip dari WebMD.

Menurut Andrianasolo, komponen makanan seperti buah, sayuran memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Hal itu dianggap dapat menurunkan gejala."

"Di sisi lain, gula, daging dan garam adalah unsur dengan kapasitas pro-inflamasi yang berpotensi memperburuk gejala asma," jelasnya.

Hasil penelitian tersebut pun didukung oleh Dr Ann Tilley, seorang pulmonolog di Lenox Hill Hospital di New York City. Menurutnya pola makanan sehat terbukti memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh.

"Hasil penelitian ini harus memberikan motivasi tambahan untuk dokter paru-paru untuk mendiskusikan pilihan diet dengan pasien mereka, dan untuk pasien asma untuk memilih lebih banyak buah dan sayuran dan lebih sedikit makanan olahan," kata Tilley.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr Alan Mensch dari Rumah Sakit Plainview dan Syosset di Long Island, N.Y. "Kita tidak perlu terkejut dengan hasil ini," kata Mensch.

Mensch menyebutkan, pola makanan sehat seperti diet mediterania dapat mengatasi permasalahan penyakit kardiovaskular dan hipertensi. Makanan sehat tersebut dinilai bersifat bioaktif. "Dalam beberapa hal ini tidak berbeda dengan obat yang kita konsumsi," ujar Mensch.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id