Survei berbasis di Amerika Serikat tersebut juga menyebutkan bahwa 85 persen orang berusia 18-24 tahun mengecek ponsel ketika di toilet dan 43 persen mengecek ponsel saat mandi.
Survei yang dilakukan oleh perusahaan yang memproduksi perangkat untuk meningkatkan penerimaan ponsel SureCall tersebut hal tersebut juga dianggap wajar pada mereka yang berusia di atas 35 tahun.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Survei tersebut menemukan bahwa 78 persen orang berusia antara 35-51 tahun memeriksa telepon mereka di toilet, begitu juga 53 persen orang berusia antara 52-70 tahun.
Secara keseluruhan, survei tersebut menunjukkan bahwa 69 persen orang dewasa memeriksa telepon saat menggunakan toilet, dengan 59 persen dari orang-orang ini melakukannya setiap hari.
(Baca juga: Benarkah Generasi Milenial Lebih Boros dan Sulit Menabung?)

(Secara keseluruhan, survei tersebut menunjukkan bahwa 69 persen orang dewasa memeriksa telepon saat menggunakan toilet, dengan 59 persen dari orang-orang ini melakukannya setiap hari. Foto: Felipe P. Lima Rizo/Unsplash.com)
Dari 1.137 orang yang ditanyai, lebih dari seperempat (27 persen) mengaku merasakan ketakutan atau kecemasan ketika dibiarkan tanpa telepon. Angka tersebut meningkat hingga 30 persen ketika telepon mereka tidak memiliki layanan seluler.
Hampir tiga perempat dari partisipan mengaku tidur dengan gawai mereka, terutama di samping tempat tidur mereka di malam hari. Mereka yang tidur dengan ponsel mereka mengaku mengalami kecemasan dua kali lipat ketika jauh dari perangkat komunikasi tersebut.
"Yang mengkhawatirkan, orang-orang tersebut juga dua kali lebih mungkin mengatakan mereka agak tidak puas dengan hidup mereka", survei tersebut menyatakan.
Seperlima responden (19 persen) mengatakan kebiasaan memeriksa hubungan ponsel secara teratur memengaruhi hubungan mereka dengan keluarga. Sementara, sembilan persen mengatakan hal itu berdampak pada hubungan dengan rekan kerja.
Lebih dari sepertiga (35 persen) mengatakan mereka percaya bahwa melihat telepon sebelum tidur memengaruhi kualitas tidur, dengan hampir setengah dari mereka mengklaim terbiasa bangun dua hingga tiga kali pada malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
