KULINER
Jelang Lebaran, Biskuit dan Makeup Jadi Produk Paling Diburu
A. Firdaus
Jumat 13 Maret 2026 / 16:10
- Sekitar 10 hari sebelum Lebaran menjadi salah satu periode puncak belanja masyarakat.
- Biskuit dan kue kering paling diburu.
- Produk beauty ikut melonjak.
Jakarta: Menjelang Hari Raya Idulfitri, pola belanja masyarakat Indonesia kembali menunjukkan tren musiman yang kuat. Laporan terbaru dari Compas.co.id mengungkap sejumlah kategori produk mengalami lonjakan penjualan signifikan selama Ramadan.
Dalam laporan FMCG E-commerce Outlook Report 2026, disebutkan bahwa sekitar 10 hari sebelum Lebaran menjadi salah satu periode puncak belanja masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan jamuan hari raya dan persiapan penampilan diri.
Analisis yang merujuk pada data historis Ramadan 2025 menunjukkan konsumen Indonesia cenderung melakukan pantry stocking atau menyimpan stok makanan menjelang Lebaran.
Kategori Makanan dan Minuman (F&B) menjadi sektor dengan pertumbuhan paling cepat selama Ramadan. Beberapa subkategori bahkan mencatat lonjakan penjualan yang cukup tajam, di antaranya:
- Biscuit & Cookies naik hingga 131 persen.
- Kacang-kacangan meningkat 124 persen.
- Makanan siap saji tumbuh 82 persen.
- Cokelat naik 54 persen.
Lonjakan ini menunjukkan tradisi menyajikan camilan saat Lebaran masih menjadi kebiasaan kuat masyarakat Indonesia.
Selain makanan, kategori kecantikan (beauty) juga mencatat pertumbuhan signifikan selama Ramadan. Dalam laporan tersebut, kategori beauty bahkan berkontribusi sekitar 52,1 persen terhadap total nilai pasar FMCG selama periode tersebut.
Subkategori produk dekoratif mencatat peningkatan cukup tinggi, di antaranya:
- Foundation naik 96 persen.
- Maskara meningkat 65 persen.
- Bedak tumbuh 43 persen.
Tren ini menunjukkan banyak konsumen mulai mempersiapkan penampilan mereka untuk momen silaturahmi saat Lebaran.
Tidak hanya produk kosmetik, kategori kesehatan juga menunjukkan peningkatan, khususnya suplemen kecantikan yang tumbuh hingga 66 persen. Fenomena ini memperkuat tren wellness atau konsep 'cantik dari dalam' yang semakin populer selama Ramadan.
CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, mengatakan lonjakan musiman tersebut menunjukkan potensi besar pasar FMCG di Indonesia.
“Lonjakan 131 persen pada kue kering dan 96 persen pada foundation menunjukkan kuatnya pola konsumsi musiman saat Ramadan. Hal ini membuat kami optimistis pasar FMCG e-commerce Indonesia bisa menembus Rp155 triliun pada akhir 2026,” ujar Hanindia.
Ia menambahkan, laporan lengkap FMCG E-commerce Outlook Report 2026 dapat menjadi referensi bagi pelaku industri untuk memahami perilaku konsumen sekaligus menyusun strategi distribusi dan pemasaran berbasis data sepanjang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Dalam laporan FMCG E-commerce Outlook Report 2026, disebutkan bahwa sekitar 10 hari sebelum Lebaran menjadi salah satu periode puncak belanja masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan jamuan hari raya dan persiapan penampilan diri.
Analisis yang merujuk pada data historis Ramadan 2025 menunjukkan konsumen Indonesia cenderung melakukan pantry stocking atau menyimpan stok makanan menjelang Lebaran.
Biskuit dan kue kering paling diburu
Kategori Makanan dan Minuman (F&B) menjadi sektor dengan pertumbuhan paling cepat selama Ramadan. Beberapa subkategori bahkan mencatat lonjakan penjualan yang cukup tajam, di antaranya:
- Biscuit & Cookies naik hingga 131 persen.
- Kacang-kacangan meningkat 124 persen.
- Makanan siap saji tumbuh 82 persen.
- Cokelat naik 54 persen.
Lonjakan ini menunjukkan tradisi menyajikan camilan saat Lebaran masih menjadi kebiasaan kuat masyarakat Indonesia.
Produk beauty ikut melonjak
Selain makanan, kategori kecantikan (beauty) juga mencatat pertumbuhan signifikan selama Ramadan. Dalam laporan tersebut, kategori beauty bahkan berkontribusi sekitar 52,1 persen terhadap total nilai pasar FMCG selama periode tersebut.
Subkategori produk dekoratif mencatat peningkatan cukup tinggi, di antaranya:
- Foundation naik 96 persen.
- Maskara meningkat 65 persen.
- Bedak tumbuh 43 persen.
Tren ini menunjukkan banyak konsumen mulai mempersiapkan penampilan mereka untuk momen silaturahmi saat Lebaran.
Tren 'Cantik dari Dalam'
Tidak hanya produk kosmetik, kategori kesehatan juga menunjukkan peningkatan, khususnya suplemen kecantikan yang tumbuh hingga 66 persen. Fenomena ini memperkuat tren wellness atau konsep 'cantik dari dalam' yang semakin populer selama Ramadan.
CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, mengatakan lonjakan musiman tersebut menunjukkan potensi besar pasar FMCG di Indonesia.
“Lonjakan 131 persen pada kue kering dan 96 persen pada foundation menunjukkan kuatnya pola konsumsi musiman saat Ramadan. Hal ini membuat kami optimistis pasar FMCG e-commerce Indonesia bisa menembus Rp155 triliun pada akhir 2026,” ujar Hanindia.
Ia menambahkan, laporan lengkap FMCG E-commerce Outlook Report 2026 dapat menjadi referensi bagi pelaku industri untuk memahami perilaku konsumen sekaligus menyusun strategi distribusi dan pemasaran berbasis data sepanjang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)