Perjuangan Bayi Terkecil di Asia untuk Bertahan Hidup

Sri Yanti Nainggolan 13 Januari 2018 14:43 WIB
bayi
Perjuangan Bayi Terkecil di Asia untuk Bertahan Hidup
Manushi (Foto: newslion)
Jakarta: Salah satu bayi terkecil di dunia yang bertahan akhirnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan selama enam bulan di rumah sakit.

Bayi Manushi yang terlahir seberat 400 gram ketika 12 minggu secara prematur karena ibunya mengalami komplikasi saat kehamilan.

Bayi perempuan yang lahir 15 Juni tahun lalu di Rajasthan, India, tersebut tak bernapas ketika memasuki dunia. Dengan kulit setipis kertas, organ belum terbentuk, dan kaki sebesar kuku ibu jari; ia diprediksi tak akan bertahan di dunia.


Namun, seiring berjalannya waktu, bayi yang dianggap sebagai bayi terkecil di Asia tersebut mulai mengalami penambahan berat badan.

"Ia terus bertarung melawan semua itu dan berhasil," tukas sang ibu Seeta (48) yang menganggap bayinya adalah keajaiban.

Bayi tersebut lahir melalui proses caesar setelah mengetahui tak ada darah yang mengalir ke rahim saat melihat melalui gambar ultrasound. Manushi pun dilahirkan pada usia 28 minggu.

Ia langsung dimasukkan ke dalam ventilator dan dikirim ke Jivanta Children’s Hospital NICU.

Meskipun bertahan, dokter menginformasikan pada orang tua Manushi bahwa anak perempuan mereka hanya memiliki kemungkinan 0,5 persen untuk tidak mengalami kerusakan otak.

"Saat bayi itu lahir, kami tak yakin apa yang akan terjadi," tukas  Dr Janged.

Beberapa hari setelah lahir, Manushi mengalami penurunan berat badan dan ini membuat kesempatan hidupnya makin kecil.

Namun, setelah melalui beberapa transfusi nutrisi esensial, transfusi darah, dan alat bantu pernapasan; ia akhirnya sudah bisa minum susu pada hari ketujuh.

"Kita harus mulai memberikan nutrisi secara total seperti asam amino, lipid, karbohidrat, mineral, multivitamin, dan elemen lain, langsung ke sirkulasi darah," tambahnya.

Manushi diperbolehkan pulang setelah enam bulan dirawat dan memiliki berat badan 2,3 kg.

Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan Manushi untuk bertahan hidup diperkirakan mencapai GDP 11.500 atau sekitar Rp 210 juta.

 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id