Berolahraga dengan perut kosong mempromosikan pembakaran lemak tubuh yang lebih positif.  (Foto: Frank Cone/Pexels)
Berolahraga dengan perut kosong mempromosikan pembakaran lemak tubuh yang lebih positif. (Foto: Frank Cone/Pexels)

Mana yang Lebih Baik, Berolahraga saat Perut Terisi atau Kosong?

Rona tips berolahraga
Dhaifurrakhman Abas • 23 Juli 2019 16:43
Perut dalam keadaan terisi cukup mengganggu aktivitas olahraga kita. Sementara berolahraga dalam perut kosong dapat mempromosikan pembakaran lemak tubuh yang lebih positif.
 
Jakarta: Berolahraga dengan perut kosong tampaknya lebih baik ketimbang mengisi perut. Sebab kondisi ini mendorong pembakaran lemak tubuh yang lebih baik.
 
Hal ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan University of Bath, Somerset, Inggris Raya. Tim peneliti menganalisis 10 responden pria yang memiliki kelebihan berat badan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para responden kemudian diminta berjalan selama satu jam pertama dengan perut kosong. Setelah itu, mereka juga diminta berjalan dua jam setelah sarapan kaya karbohidrat berkalori tinggi.
 
Hasilnya, berolahraga dengan perut kosong mempromosikan pembakaran lemak tubuh yang lebih positif. Sebab, ekspresi dua gen (PDK4 dan HSL) meningkat ketika responden berpuasa sebelum olahraga. Sebaliknya, dua ekspresi gen menurun ketika responden sarapan sebelum sesi latihan dimulai.
 
Pengamatan ini menunjukkan bahwa lemak yang ada dalam tubuh digunakan sebagai bahan bakar untuk latihan. Sementara makanan yang dikonsumsi justru tidak terbakar saat sesi olahraga dilakukan.
 
“Hal Ini berarti bahwa berolahraga dalam keadaan kosong dapat menyebabkan perubahan yang lebih menguntungkan dalam jaringan adiposa, yang dapat bermanfaat bagi orang yang mencoba untuk mengurangi berat badan,” ujar peneliti, dikutip Times of India.
 
Sayangnya, penelitian tersebut mendapatkan kritik keras. Sampel penelitian tersebut dianggap terlampau kecil. Selain itu, sampel dilakukan hanya pada pria yang memiliki kelebihan berat badan.
 
Sementara itu, menurut Mayo Clinic, sarapan satu jam sebelum berolahraga merupakan hal yang penting. Asupan makanan karbohidrat sebelum berolahraga dapat meningkatkan kinerja latihan dan memungkinkan seseorang berolahraga dengan durasi yang lebih lama atau intensitas yang lebih tinggi.
 
Sebaliknya, seseorang akan mengalami lesu atau pusing saat berolahraga apabila tidak sarapan sebelum memulai sesi latihan. Penelitian Mayo Clinic juga menganjurkan makan usai berolahraga. Makan setelah olahraga membantu otot pulih dan mengganti simpanan glikogen yang terpakai ketika sesi latihan dilakukan.
 
Penelitian tersebut menganjurkan mengonsumsi makan yang mengandung karbohidrat dan protein dalam waktu dua jam dari sesi latihan. Beberapa makanan yang dianjurkan untuk pemulihan otot usai latihan antara lain, yogurt, buah, sandwich selai kacang, susu coklat rendah lemak, sayuran dan mengonsumsi air mineral yang cukup.
 
Cara Sehat, Mudah dan Nyaman Mengontrol Berat Badan

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif