Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Masalah Kulit yang Sering Muncul Selama Pandemi Covid-19

Rona masker Virus Korona kesehatan kulit virus corona covid-19 hand sanitizer
Raka Lestari • 13 Mei 2020 09:37
Jakarta: Menggunakan masker dan sering mencuci tangan menjadi kebiasaan baru sejak pandemi covid-19. Walaupun mencuci tangan sudah lama digaungkan sebagai pencegahan penyakit, masyarakat baru mulai tergerak aktif belakangan ini.
 
Baik menggunakan sabun di air mengalir dan ataupun menggunakan hand sanitizer. Selain mencuci tangan, penggunaan masker selama pandemi covid-19 ini juga sudah mulai digalakkan.
 
Namun sayangnya, kebiasaan baik seperti mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan menggunakan masker memliki efek samping juga pada kulit. Salah satunya adalah kulit kering. Dokter spesialis kulit – Dermatologi kosmetik, dr. Lilik Norawati, Sp.KK, FINSDV, FAADV, mengatakan bahwa kulit kering tidak bisa diabaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kulit kering bisa membuat Anda lebih rentan terhadap bakteri atau infeksi. Mengapa? Karena kurangnya kelembapan, kulit tangan akan mudah pecah-pecah, menciptakan jalan masuk bagi mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur yang selanjutnya dapat menimbulkan masalah baru pada kulit,” ujar dr. Lilik, dalam acara Undangan Diskusi Online NOROID.
 
Dokter Lilik menambahkan bahwa, kulit tangan juga dapat mengalami iritasi akibat penggunaan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol. Sebab dapat menyebabkan dermatitis atau eksim berkepanjangan.
 
Bila kulit tangan mengalami infeksi atau eksim, tentunya akan mengganggu fungsi tangan. Sehingga akan membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
 
“Berdasarkan pengalaman saya menangani pasien selama pandemi covid-19, ternyata masalah kulit timbul tidak hanya akibat sering mencuci tangan atau penggunaan hand sanitizer yang berlebihan, tetapi juga terjadi akibat penggunaan masker dalam jangka waktu lama,” tambah dr. Lilik.
 
Penggunaan masker dapat mengakibatkan kekambuhan jerawat pada orang yang mempunyai bakat jerawat (terutama terjadi di daerah yang tertutup masker), luka-luka akibat tekanan kawat pada masker, dan dermatitis kontak.
 
Menurut dr. Lilik, faktor pencetus masalah kulit akibat penggunaan masker antara lain lingkungan yang panas, lembap, dan oklusi akibat tekanan masker dapat menyebabkan kekambuhan atau memperparah jerawat.
 
“Tekanan pada bagian hidung dapat menyebabkan luka, tali ikat masker dapat menyebabkan dermatitis kontak dan bahan kain masker yang menempel ketat dapat menyebabkan iritasi,” tutup dr. Lilik.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif