Pusat kebugaran di Cosmo City pinggiran Johannesburg, Afrika Selatan mengadakan Boxing Gogos. Sebuah program latihan tinju untuk perempuan lanjut usia. (Foto: Courtesy of Jo Munnik.com/cnn.com)
Pusat kebugaran di Cosmo City pinggiran Johannesburg, Afrika Selatan mengadakan Boxing Gogos. Sebuah program latihan tinju untuk perempuan lanjut usia. (Foto: Courtesy of Jo Munnik.com/cnn.com)

Boxing Gogos, Tempat Latihan Para Petinju Lansia

Rona kesehatan tinju
Dhaifurrakhman Abas • 07 Juli 2019 11:30
Pusat kebugaran di Cosmo City pinggiran Johannesburg, Afrika Selatan mengadakan Boxing Gogos. Sebuah program latihan tinju untuk perempuan lanjut usia. Sesuai dengan pernyataan studi dari Mayo Clinic yang menyebut bahwa aktivitas fisik yang dipadukan dengan interaksi sosial memiliki dampak baik buat tubuh. Bahkan dikaitkan dengan penyebab umur yang panjang.
 

Jakarta: Usia sekumpulan perempuan itu berkisar dari pertengahan 60-an hingga awal 80-an. Mereka suka menari dan gemar bernyanyi.
 
Bukan itu saja. Dua kali seminggu, mereka juga selalu datang ke sebuah pusat kebugaran di Cosmo City, pinggiran Johannesburg untuk mengikuti Boxing Gogos. Sebuah program latihan tinju untuk perempuan lanjut usia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saking piawainya bertinju, mereka dikenal sebagai "nenek moyang tinju" Afrika Selatan”. Mereka berlatih agar memilki kehidupan yang lebih sehat dan segar.
 
"Hidup saya di antara hidup dan mati. Anda tahu, kadang-kadang kondisi tubuh saya baik, kadang-kadang buruk," kata Constance Ngubane yang berusia 80 tahun, seperti dikutip CNN. 
 
Ngubane mengaku berlatih tinju sejak program tersebut dimulai pada 2014. Selain merasa lebih sehat, dirinya mengaku tinju bikin awet muda
 
"Sejak saya mulai tinju, saya merasa muda. Rasa-rasanya seperti kembali ke umur 16 tahun. Tapi saya 80 tahun, loh," sambung dia.
 
Bagi mereka, berlatih tinju bukan hanya merupakan aktivitas fisik nan keras. Di balik itu, ada manfaat sosial yang mereka dapatkan ketika berlatih bersama-sama. Kombinasi itulah yang dapat membuatnya merasa lebih bugar.
 
Sesuai dengan pernyataan studi dari Mayo Clinic yang menyebut bahwa aktivitas fisik yang dipadukan dengan interaksi sosial memiliki dampak baik buat tubuh. Bahkan dikaitkan dengan penyebab umur yang panjang.
 
"Aku suka bergaul dengan nenek-nenek lain. Mereka seperti keluarga," ujar Ngubane.
 
Boxing Gogos, Tempat Latihan Para Petinju Lansia
(Pusat kebugaran di Cosmo City pinggiran Johannesburg, Afrika Selatan mengadakan Boxing Gogos. Sebuah program latihan tinju untuk perempuan lanjut usia. Foto: Courtesy of Jo Munnik.com)

Kombinasi latihan fisik dan interaksi sosial

Aspek sosial dari umur panjang telah lama mendapat perhatian besar di antara kalangan ilmuwan. Sebab hubungan sosial memengaruhi kesehatan fisik. Laiknya diet, olahraga dan konsumsi tembakau, isu sosial dianggap memesona untuk diteliti.
 
"Apa yang mulai kita sadari tentang kesehatan, bahwa, ini bukan hanya soal makanan dan olahraga. Ternyata ada faktor penting. Yaitu, dunia sosial tempat kita hidup benar-benar penting," kata Sarah Harper, profesor gerontologi dari Oxford Institute of Population Aging.
 
Harper mengatakan, konektivitas sosial baik di dalam lingkup teman sebaya, keluarga, maupun antar generasi dapat memiliki efek pada kehidupan manusia. Semakin baik hubungan sosial dilakukan, semakin panjang pula usia seseorang.
 
“Ini hampir sama dengan menjalani kehidupan yang baik, makan dengan baik, tidak merokok, tidak minum terlalu banyak alkohol. Serta pentingnya menghindari kesepian agar dapat membantu seseorang hidup lebih lama," beber Harper.
 
Mable Makhosi, 68, juga mengaku mendapat manfaat dari kombinasi kegiatan fisik dan interaksi sosial. Katanya, kesehatannya mulai membaik setelah berlatih tinju sejak empat tahun lalu. Dia mengaku diabetes dan tekanan darahnya membaik.
 
"Ketika saya datang ke sini, saya menemukan gula bahkan darah tinggi saya mulai terkontrol. Dokter saya bahkan sampai terheran-heran," kenang Makhosi.

Boxing gogos

Claude Maphosa, salah satu visioner di balik proyek boxing gogos telah menyaksikan para nenek ini mulai bertransformasi sejak program dimulai. Katanya, para lansia lebih bahagia dan tidak lagi terlihat mimik putus asa dari wajah mereka.
 
"Perubahan yang saya perhatikan, harga diri mereka cukup besar meingkat. Dan sangat menarik melihat seseorang yang hanya putus asa, mulai mencintai kehidupan," ujar Maphosa.
 
Dia juga mengaku senang pusat kebugaran di Cosmo City ramai dikunjungi komunitas lansia. Apalagi banyak lansia yang mengaku menjadi aktif berolahraga sertakembali termotivasi dalam menjalani kehidupannya.
 
"Dan itu mengajari saya banyak hal tentang kehidupan. Mereka mendorongku untuk terus berjalan menuju hal yang lebih baik lagi," tandasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif