Sementara itu, beberapa obat tetes mata lainnya juga bisa berguna untuk mengurangi rasa gatal akibat alergi. Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, secara umum obat tetes mata memiliki masa kedaluwarsa sekitar satu hingga dua tahun.
Namun, periode tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari produk tetes matanya itu sendiri. Setiap obat tetes mata memiliki masa kedaluwarsa yang berbeda, tergantung dari bahan-bahan yang digunakan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Seiring waktu, bahan kimia yang terdapat dalam obat tetes mata dapat terdegradasi dan berubah menjadi senyawa yang berpotensi berbahaya,” kata Jaclyn Haugsdal, MD, seorang ahli penglihatan dan perawatan mata di University of Iowa Hospitals & Clinics.
Sebagai tambahan, ada banyak juga obat tetes mata yang mengandung bahan pengawet untuk membantu produknya bertahan lebih lama dan mencegah kontaminasi dari kuman. Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), kebanyakan obat mata yang mengandung pengawet biasanya memiliki masa kedaluwarsa sekitar satu tahun setelah pembuatan.
Pada umumnya, masih aman dan efektif untuk menggunakan obat tetes mata sebelum masa kedaluwarsa. Meskipun begitu, AAO menyebut bahwa jika Anda sudah membuka segel obat tetes mata, kemungkinan masa simpan dari obat tetes mata akan berkurang.
Untuk itu, sebaiknya Anda membuang obat tetes mata sekitar tiga bulan setelah segel dibuka. Meskipun belum memasuki tanggal kedaluwarsa.
Itu karena setelah membuka segel obat tetes mata, paparan oksigen dapat mempercepat degradasi bahan kimia dan menyebabkan efektivitasnya berkurang. Obat tetes mata tanpa bahan pengawet biasanya menggunakan botol sekali pakai dan harus dibuang 24 jam setelah pembukaan.
“Tanggal kedaluwarsa menunjukkan bahwa tetes mata tidak lagi dijamin efektif atau steril, kata Vivian Shibayama, OD,” ahli perawatan mata dan penglihatan di UCLA Health.
“Ini karena bahan pengawet yang menjaga agar obat tetes mata tetap steril akan melemah seiring waktu. Sehingga kuman bisa mencemari botol dan menyebabkan infeksi mata,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
