Siklus respons seksual memiliki empat fase. Berikut yang bisa Anda ketahui. (Foto: Christiana Rivers/Unsplash.com)
Siklus respons seksual memiliki empat fase. Berikut yang bisa Anda ketahui. (Foto: Christiana Rivers/Unsplash.com)

Siklus Respons Seksual

Rona seks dan kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 20 Februari 2019 17:31
Jakarta: Siklus respons seksual mengacu pada urutan perubahan fisik dan emosional. Hal ini terjadi ketika seseorang menjadi terangsang secara seksual dan turut berpartisipasi atau melakukan kegiatan rangsangan seksual, seperti berhubungan seksual.
 
Ada beberapa panduan siklus respons seksual agar Anda mengetahui bagaimana tubuh Anda merespons setiap fase dari siklus tersebut. Panduan ini juga dapat meningkatkan hubungan Anda dan membantu Anda menentukan penyebab masalah seksual apa pun.
 
Siklus respons seksual memiliki empat fase, yakni kegembiraan, dataran tinggi, orgasme, dan resolusi. Baik pria maupun wanita mengalami keempatnya, walaupun waktunya biasanya berbeda. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya, tidak mungkin kedua pasangan akan mencapai orgasme pada saat yang sama (sebagian kecil mungkin saja). Selain itu, intensitas respons dan waktu yang dihabiskan di setiap fase pun bervariasi dari orang ke orang. 
 
Ketika Anda telah memahami perbedaan-perbedaan ini, Anda bisa membantu pasangan untuk lebih memahami tubuh dan respons satu sama lain. Upaya ini pun meningkatkan pengalaman seksual. Berikut seperti dilansir dari WebMD.
 
Siklus Respons Seksual
(Siklus respons seksual memiliki empat fase, yakni kegembiraan, dataran tinggi, orgasme, dan resolusi. Baik pria maupun wanita mengalami keempatnya, walaupun waktunya biasanya berbeda. Foto: Scott Broom/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Enam Topik yang Dilarang usai Berhubungan Intim)
 
1. Kegembiraan
Fase pertama atau kegembiraan memiliki beberapa karakteristik yaitu dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Di antaranya:
 
- Ketegangan otot meningkat
- Detak jantung bertambah cepat dan pernapasan dipercepat
- Kulit bisa memerah
- Aliran darah ke alat kelamin meningkat, mengakibatkan pembengkakan klitoris wanita dan labia minora
 
2. Dataran tinggi
Pada fase dataran tinggi, karakteristik umumnya meluas ke ambang orgasme. Ciri-ciri tersebut ialah:
 
- Perubahan yang dimulai pada fase pertama diintensifkan
- Pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah terus meningkat
- Kejang otot bisa mulai di kaki, wajah, dan tangan
- Ketegangan otot meningkat
- Klitoris menjadi sangat sensitif, begitu juga dengan pria
 
3. Fase orgasme
Fase orgasme merupakan puncak dari siklus respons seksual. Ini adalah fase terpendek dan umumnya hanya berlangsung beberapa detik. Karakteristik umum fase ini meliputi.
 
- Kontraksi otot tak sadar dimulai
- Tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan berada pada tingkat tertinggi, dengan asupan oksigen yang cepat
- Otot kejang pada kaki
- Ada pelepasan ketegangan seksual yang tiba-tiba dan kuat
- Ruam, atau "flush seks" dapat muncul di seluruh tubuh
 
4. Fase resolusi
Selama fase resolusi, tubuh perlahan kembali ke tingkat fungsi normal dan bengkak serta ereksi bagian tubuh kembali ke ukuran dan warna sebelumnya. Fase ini ditandai oleh rasa kesejahteraan secara umum, peningkatan keintiman, dan seringkali kelelahan.
 
Beberapa wanita mampu kembali dengan cepat ke fase orgasme dengan stimulasi seksual lebih lanjut dan mungkin mengalami multiple orgasme. 
 
Sedangkan, pria membutuhkan waktu pemulihan setelah orgasme yang disebut periode refrakter, di mana mereka tidak dapat mencapai orgasme lagi. Durasi periode refraktori bervariasi di antara para pria dan biasanya memanjang seiring bertambahnya usia.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi