Pencegahan gagal ginjal sendiri hampir sama dengan jaga kesehatan pada umumnya, misalnya dengan tidak merokok. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH.
"Merokok meningkatkan risiko kanker ginjal sebesar 50 persen. Ketika merokok, aliran darah ke ginjal menurun dan berisiko terjadinya penurunan fungsi ginjal," ujar dr. Pringgo di Gedung
Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2020.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Maka demikian, diimbau untuk menjaga kebugaran dan tetap aktif bergerak. Aktivitas ini, kata dr. Pringgo, bisa menurunkan risiko hipertensi, kemudian risiko PGK menurun.
Kemudian, jaga agar terhidrasi dengan tepat. Caranya, minumlah air mineral dengan jumlah yang tidak kurang dan tidak lebih. Konsumsi minum 1,5 sampai 2 liter per hari.
"Minum yang cukup, bukan minum yang banyak. Konsumsi minum cukup dapat membantu ginjal memfiltrasi zat-zat beracun, urea, dan natrium. Juga menurunkan risiko PGK," jelasnya.
"Jumlah konsumsi cairan disesuaikan lagi dengan usia, jenis kelamin, aktivitas sehari-hari, cuaca, kondisi kesehatan, kehamilan, atau ibu menyusui," tambahnya.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi. Langkah ini dapat membantu membentuk pencegahan diabetes, penyakit jantung, dan faktor risiko terjadinya PGK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
