Sebuah penelitian menemukan bahwa tiga dari empat anak muda cenderung menunjukkan gejala mirip gangguan stres pasca trauma (PSTD) seperti gelisah dan menggaruk jika dijauhkan dari smartphone mereka. (Foto: Gettyimages)
Sebuah penelitian menemukan bahwa tiga dari empat anak muda cenderung menunjukkan gejala mirip gangguan stres pasca trauma (PSTD) seperti gelisah dan menggaruk jika dijauhkan dari smartphone mereka. (Foto: Gettyimages)

Kehilangan Ponsel Sebabkan Remaja Menunjukkan Gejala PSTD

Rona studi kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 24 Februari 2017 18:58
medcom.id, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa tiga dari empat anak muda cenderung menunjukkan gejala mirip gangguan stres pasca trauma (PSTD) seperti gelisah dan menggaruk jika dijauhkan dari smartphone mereka.
 
Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa anak muda cenderung merasa tertekan jika kehilangan ponsel mereka, setara dengan jika dijauhkan dari orangtua. 
 
Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya pertumbuhan budaya digital baru lahir dimana anak muda menjadi lebih tergantung pada ponsel mereka. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kehilangan Ponsel Sebabkan Remaja Menunjukkan Gejala PSTD
 
"Kita berada di tengah-tengah masa tersebut dimana anak-anak lahir di dunia peralatan pintar. Hasil penelitian ini mendukung pernyataan dimana manusia tergantung pada ponsel mereka dengan cara melihat kedekatan ponsel dan respon tekanan jika dijauhkan," demikian menurut para peneliti dari Hungaria Academy of Sciences dan Eotvos Lorand University di Hungaria.
 
Studi yang muncul dalam jurnal Computers And Human Behaviour tersebut meneliti 87 pemilik smartphone berusia 18-26 tahun di Budapest dimana tiap partisipan ditempatkan dalam sebuah ruangan yang bisa memonitor jantung. 
 
(Baca juga: 8 Fakta Mengejutkan tentang Stres)
 
Kehilangan Ponsel Sebabkan Remaja Menunjukkan Gejala PSTDMereka diberikan laptop dan tes matematika sederhana di komputer, dengan bantuan kalkulator dari ponsel mereka. 
 
Setengah dari partisipan diminta untuk mematikan ponsel namun dalam jangkauan dekat, sementara yang lain diminta untuk menaruh ponsel mereka di lemari dan diberikan alat bantu lain. 
 
Hasilnya, mereka yang dipisahkan dari ponsel cenderung menunjukkan pola irama jantung yang mirip dengan penderita PSTD. 
 
Satu dari tiga partisipan bahkan menunjukkan perilaku perpindahan, seperti gelisah dan menggarauk-garuk, yang merupakan tanda-tanda stres dan 20 persen diantaranya melihat ke arah lemari. 
 
Menariknya, adanya tipe ponsel jenis lain menurunkan efek dari pemisahan pada ponsel pribadi partisipan, sama seperti efek menenangkan pada anak yang dipisahkan dengan pengasuh mereka. 
 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif