Setiap calon ibu pasti ingin memiliki kehamilan dan kelahiran yang sehat.(Ilustrasi/Pexels)
Setiap calon ibu pasti ingin memiliki kehamilan dan kelahiran yang sehat.(Ilustrasi/Pexels)

4 Kehamilan Berisiko Tinggi dan Pencegahannya

Rona hamil
Timi Trieska Dara • 14 Januari 2020 16:11
Jakarta: Setiap calon ibu pasti ingin memiliki kehamilan dan kelahiran yang sehat. Namun, beberapa faktor, misalnya usia calon ibu, paling umum terjadinya kehamilan berisiko tinggi.
 
Pelajari cara memiliki kehamilan dan kelahiran yang sehat ketika Anda didiagnosis dengan komplikasi seperti persalinan prematur, preeklampsia, diabetes gestasional atau plasenta previa.
 
1. Kelahiran Prematur

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37. Sekitar 10 persen bayi prematur.
Penyebab: Dokter tidak yakin, tetapi faktor-faktor risiko termasuk mempunyai banyak janin, riwayat kelahiran prematur, kelainan serviks, dan infeksi vagina tertentu.
 
Gejala: Temui dokter Anda segera jika Anda melihat keputihan berdarah atau berair atau mengalami kram perut atau sakit punggung.
 
Pengobatan: Istirahat di tempat tidur kadang-kadang dapat mengurangi tekanan pada leher rahim, sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk melebar. Tetapi sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa istirahat penuh (bed rest) mungkin lebih berbahaya dalam beberapa situasi, jadi tanyakan kepada dokter Anda apakah itu perlu.
 
"Kami juga menyarankan banyak minum, karena dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi rahim," kata Iffath Hoskins, M.D., Direktur Eksekutif Pusat Layanan Kesehatan Memorial Kesehatan Wanita, di Savannah, Georgia, Amerika Serikat.
 
Pencegahan: Kurangi risiko Anda dengan memeriksakan tiroid sebelum hamil. Wanita yang memiliki penyakit tiroid yang tidak diobati lebih cenderung melahirkan prematur. Sebelum Anda hamil, penting juga untuk melakukan skrining untuk vaginosis bakteri, yang telah dikaitkan dengan kelahiran prematur.
 
Teknik manajemen stres seperti yoga juga dapat membantu, karena beberapa studi telah menemukan hubungan antara tingkat hormon stres yang tinggi dan tingkat kelahiran prematur. Terakhir, jika Anda memiliki riwayat persalinan prematur, tanyakan kepada dokter Anda tentang suntikan progesteron, yang dapat mengurangi risiko kelahiran prematur hingga hampir 20 persen.
 
2. Preeklampsia
 
Tekanan darah tinggi dan protein dalam urin yang menimpa hingga 8 persen wanita hamil. Ini
dapat menyebabkan pembekuan darah dan gangguan fungsi ginjal dan hati.
 
Penyebab: Satu penelitian menunjukkan preeklampsia mungkin disebabkan oleh protein yang menghentikan pertumbuhan pembuluh darah di plasenta, sementara penelitian lain menunjukkan kemungkinan peningkatan dengan indeks massa tubuh sebelum wanita hamil. Pada risiko tertinggi: ibu yang memiliki lebih dari satu janin, wanita di atas usia 40 tahun, atau mereka yang memiliki kerabat dekat yang memiliki preeklampsia.
 
Gejala: Tekanan darah tinggi, pembengkakan di tangan dan kaki, sakit kepala parah, darah dalam urin, atau mual yang ekstrem.
 
Perawatan: Jika gejalanya ringan, kebanyakan dokter menyarankan istirahat di tempat tidur. Vitamin E dan C juga dapat membantu. Persalinan biasanya mengakhiri kondisi ini.
 
Pencegahan: Anda dapat mengurangi kemungkinannya dengan tetap pada berat badan yang sehat, makan makanan bergizi, dan berolahraga secara teratur.
 
3. Diabetes Kehamilan
 
Kadar gula darah tinggi, terjadi pada sekitar 4 persen wanita hamil, yang menempatkan bayi pada risiko terlalu besar.
 
Penyebab: Pankreas Anda tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk menangkal hormon kehamilan yang meningkatkan kadar gula darah.
 
Gejala: Dapat berupa rasa haus, peningkatan buang air kecil, dan penglihatan kabur. Tetapi wanita seringkali tidak memiliki gejala sama sekali.
 
Pengobatan: Sebagian besar kasus dapat dikontrol dengan diet tinggi serat yang rendah gula, meskipun beberapa wanita memerlukan suntikan insulin atau obat glyburide. Diabetes gestasional biasanya menghilang setelah melahirkan, tetapi sekitar setengah dari wanita dengan diabetes gestasional mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.
 
Pencegahan: Anda dapat mengurangi risiko dengan mempertahankan berat badan yang sehat, makan makanan rendah lemak, tinggi serat, dan berolahraga secara teratur.
 
4. Placenta Previa
 
Suatu kondisi, yang terjadi pada kurang dari 1 persen kehamilan, di mana plasenta menutupi serviks. Ini berbahaya karena selama persalinan, ketika serviks membesar dan rahim membesar, bagian-bagian dari plasenta dapat robek dan berdarah, menyebabkan ibu mengalami pendarahan.
 
Penyebab: Dokter tidak yakin, tetapi risikonya termasuk memiliki banyak janin, menjalani operasi Cesar atau aborsi, dan berusia di atas 40 tahun.
 
Gejala: Pendarahan selama trimester kedua atau ketiga.
 
Perawatan: Jika perdarahan ringan, dokter mungkin akan memantau Anda dengan cermat. Dalam 90 persen kasus, plasenta bergerak menjauh dari serviks dengan sendirinya. Namun, jika plasenta benar-benar menghalangi serviks Anda, dokter Anda dapat merekomendasikan bed rest. Serangan perdarahan berulang mungkin membutuhkan rawat inap.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif