Berita ini mungkin menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi penderita ginjal kronis. Mengingat, biaya perawatan penderita gagal ginjal cukup mahal dan sulitnya mencari donor yang cocok dengan kondisi tubuh pasien.
Salah satu pembuat perangkat Dr. Shuvo Roy, peneliti dari University of California San Francisco menyebutkan, ginjal buatan tersebut akan melalui serangkaian uji coba keamanan dan keefektifan. Perangkat tersebut nantinya akan diuji coba terlebih dahulu oleh ratusan pasien sebelum disetujui oleh FDA.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
(Baca juga: 6 Tanda Ginjal Mengalami Kerusakan)

(Dr. Shuvo Roy, PhD, memegang prototype dari implan pembedahan. Dok. UCSF)
Roy menyebutkan, perangkat yang bisa ditanam di dalam perut dan didukung oleh baterai itu dapat berfungsi menyaring darah dan melakukan fungsi lainnya, termasuk produksi hormon, dan membantu dalam mengontrol tekanan darah.
Tidak seperti hemodialisis konvensional yang hanya menyaring racun dari darah, ginjal buatan memiliki membran yang menyaring darah dan bio-reaktor yang terdiri dari sel-sel ginjal yang hidup jika terkena darah selama proses cuci darah (dialisis). "Ia melakukan pekerjaan ginjal yang lebih holistik dari sekedar konvensional dialisis," katanya.
Seperti diketahui, ginjal yang sudah memasuki tahap kronis tidak mampu lagi berfungsi menghapus limbah dan kelebihan cairan dari tubuh.
Kondisi ini yang mewajibkan penderita gagal ginjal mencuci darah hingga tiga kali dalam seminggu. Selain itu, salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita gagal ginjal diakibatkan oleh diabetes dan hipertensi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
