Ilustrasi--Mi/Adam Dwi
Ilustrasi--Mi/Adam Dwi

Manfaat Zumba untuk Anak Penyandang Autisme

Rona zumba
Raka Lestari • 02 Juli 2019 12:52
Gangguan Spektrum Autisme (GSA) atau disebut juga sebagai Autism Spectrum Disorder (ASD) disarankan utuk mengikuti Zumba Gold. Kelas ini dilengkapi dengan koreografi yang mudah untuk diikuti, berfokus pada keseimbangan, rentang gerak, dan koordinasi.
 

Jakarta: Gangguan Spektrum Autisme (GSA) atau disebut juga sebagai Autism Spectrum Disorder (ASD) sering disalahartikan sebagai penyakit. GSA atau ASD pada dasarnya merupakan suatu gangguan perkembangan kognitif yang berkelanjutan yang berarti akan berlangsung seumur hidup.
 
Dalam rilis yang diterima Medcom.id, pada dasarnya, GSA atau ASD memengaruhi perkembangan kognitif (berpikir) dan berbahasa, keterampilan motorik dan sosial. Setelah didiagnosis GSA atau ASD, seseorang tidak dapat sembuh sepenuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Psikolog Rr. Finandita Utari M.Psi mengatakan, ketika anak Anda didiagnosis menderita GSA atau ASD, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengajari mereka keterampilan dasar.
 
"Seperti berbicara, berjalan, dan lainnya, karena keterampilan motorik mereka cenderung tumbuh lebih lambat dari anak-anak lain. Selain itu, mereka kesulitan untuk fokus dan memiliki keseimbangan yang kurang baik," kata Finandita.
 
Dia menjelaskan bahwa anak-anak dengan GSA atau ASD biasanya menghadapi tujuh tantangan umum. Yaitu kontak mata yang terbatas, komunikasi verbal dan non-verbal, keterampilan sosial, keterampilan motorik, keterlambatan bicara, perilaku berulang, dan kesulitan beradaptasi.
 
Ada berbagai cara agar kondisi tersebut menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan berolahraga atau melakukan gerakan yang melatih koordinasi tubuh, mulai dari mata, tangan, kaki, dan sebagainya.
 
"Selain untuk kesehatan, kegiatan itu bermanfaat bagi mereka dalam meningkatkan keterampilan motorik, komunikasi, sosial, dan cara berpikir mereka. Suatu rutinitas dapat meningkatkan fokus,, melatih kemandirian dan mengurangi hipersensitivitas mereka," tambahnya.
 
Sementara itu, Olivia Febriani, seorang spesialis pendidikan Zumba atau yang resmi disebut Zumba Education Specialist (ZES), menyarankan agar orangtua mempertimbangkan kelas Zumba untuk anak-anak dengan GSA atau ASD. Karena kegiatan tersebut menuntut mereka untuk mengikuti instruksi koreografi, menyelaraskan tubuh dengan musik, dan mengendalikan laju pernapasan.
 
Anak-anak dengan GSA atau ASD dapat memulai kelas Zumba dengan bergabung di Zumba Gold karena kelas ini dilengkapi dengan koreografi yang mudah untuk diikuti, berfokus pada keseimbangan, rentang gerak, dan koordinasi. Meskipun pada awalnya dirancang untuk orang tua, Zumba Gold terdiri dari gerakan intensitas yang jauh lebih rendah, sesuai untuk anak-anak penderita GSA atau ASD. Tentunya akan ada penyesuaian pada lagu dan gerakan, sehingga tidak dibutuhkan usaha keras.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif