Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M.Kes (Foto: Kumara/Medcom.id)
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M.Kes (Foto: Kumara/Medcom.id)

262 Orang Terkena Hepatitis A di SMPN 20 Depok

Rona hepatitis a
Kumara Anggita • 04 Desember 2019 17:42
Jakarta: Baru-baru ini kota Depok, tepatnya di SMPN 20 Depok digemparkan oleh penyakit Hepatitis A yang menular. Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, sebanyak 262 orang diduga terkena penyakit hepatitis A di Depok.
 
"Kasus hepatitis di Depok yang kami temukan dan kenali sejak 13 November lalu. Kasus terakhir kita temukan 28 November lalu sampai dengan hari ini, jumlahya 262 dan tidak ada laporan kematian," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M.Kes kepada Wartawan di Kementerian Kesehatan, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Anung menyebutkan bahwa masyarakat harus waspada terhadap penyakit ini. Agar tak tertular pastikan untuk selalu menjaga kebersihan. Sebab penyakit ini tertular melalui makanan dan kotoran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Persoalan yang harus diselesaikan adalah ini tidak hanya di Depok. Artinya sekarang masyarakat harus tahu mekanisme penularan hepatitis A ini. Ini (penularan) sifatnya bisa melalui makanan atau kotoran. Masyarakat harus memerhatikan kebersihan," ujarnya.
 
Hingga saat ini, kota Depok masih terus dipantau. Menurut Anung, ini dikarenakan masa inkubasi hepatitis A sekitar dua bulan.
 
"Kami dari Kemenkes dengan pemerintah Kota Depok, dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat akan melakukan pemantaun terhadap kejadian karena masa inkubasi hepatitis A bisa sampai 50 hari," jelasnya.
 
Selain itu, Anung juga menyebutkan bahwa prevalansi hepatitis pada tahun ini meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, dia berharap agar permasalahan ini bisa segera diatasi dengan menerapkan antisipasi.
 
"Prevalansi, sessional tahun ini kejadiannya cukup banyak. Prevalansi dibandingkan dengan tahun sebelumnya meningkat, khususnya di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah," paparnya.
 
"Antisipasi ada dua yaitu Dinas Kesehatan melakukan penyuluhan perilaku hidup sehat. Sedangkan untuk tenaga kesehatan dan fasilitas, melaporkan kejadian 1x24 jam," katanya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif