Para peneliti dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Pennsylvania menyatakan bahwa lansia sebaiknya fokus pada penguatan otot kaki, karena itu adalah cara paling efektif untuk meningkatkan kemampuan berjalan.
Performa berjalan yang diukur berdasarkan efisiensi energi, seperti seberapa jauh bisa melangkah per konsumsi kalori dan kecepatan berjalan terlihat semakin menurun pada lansia. Penurunan tersebut dapat berujung pada gaya hidup yang semakin pasif yang dapat memperburuk kesehatan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Hal tersebut juga berhubungan langsung dengan penurunan angka bertahan hidup hingga 10 tahun pada mereka yang berusia di atas 75 tahun. Dengan kata lain, meningkatkan fleksibilitas sendi dan strategi berjalan akan membantu lansia berjalan lebih baik.
.jpg)
(Sebuah studi menemukan bahwa lansia cenderung berjalan lebih lambat dan lebih cepat lelah karena berkurangnya massa dan kekuatan pada otot kaki. Foto: Cristian Newman/Unsplash.com)
(Baca juga: 5 Pertanda Otot Penting dalam Tubuh Anda Lemah)
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiology tersebut menggunakan stimulasi komputer untuk melihat perilaku berjalan secara fisik dan psikologis untuk memprediksi bagaimana perubahan psikologis memengaruhi gaya berjalan.
Penyebab fisiologis dari penurunan kinerja berjalan dengan cara melihat adanya 'penuaan' pada sifat neuro-muskuloskeletal model (misalnya, perubahan distribusi massa tubuh, berbagai gerakan sendi, dan penundaan serta kekacauan transmisi saraf), dan hanya pada sifat otot yang menua terjadi mengakibatkan penurunan kinerja berjalan.
Penulis pertama Seungmoon Song mengatakan, "Dalam jangka panjang, kami berencana untuk memperpanjang kemampuan prediksi kerangka simulasi neuromekanis kami, misalnya untuk menganalisis kemungkinan patologis setelah cedera jantung dan tulang belakang dan untuk memberikan perawatan yang optimal."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
