FAMILY

Reminder Mama Muda! Kulit Anak Mengelupas karena Sunburn Ada Risikonya, Yuk Sat Set Dicegah

Yatin Suleha
Selasa 17 Maret 2026 / 21:10
Ringkasnya gini..
  • Setelah kulit anak terbakar matahari, sering kali muncul perubahan pada kulit beberapa hari kemudian.
  • Pengelupasan tersebut merupakan bagian alami dari proses penyembuhan kulit.
  • Meski begitu, perawatan yang tepat tetap diperlukan agar kulit tidak semakin iritasi.
Jakarta: Setelah kulit anak terbakar matahari, sering kali muncul perubahan pada kulit beberapa hari kemudian. Salah satu yang paling umum adalah kulit mulai mengelupas.

Kondisi ini kadang membuat khawatir, karena terlihat seperti kulit yang rusak atau terkelupas, dalam jumlah cukup banyak. 

Padahal, dalam banyak kasus, pengelupasan tersebut merupakan bagian alami dari proses penyembuhan kulit, setelah mengalami sunburn. Kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari, akan digantikan oleh lapisan kulit baru yang lebih sehat. 

Meski begitu, perawatan yang tepat tetap diperlukan agar kulit tidak semakin iritasi dan proses pemulihan berjalan lebih baik.

Selain itu, penting juga memahami bahwa luka bakar matahari, bukan hanya masalah sementara pada kulit, tetapi juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan kulit di masa depan.
   

Jika kulit anak yang terbakar matahari mulai mengelupas


Ketika kulit mulai mengelupas setelah terbakar matahari, kondisi ini sebenarnya merupakan proses alami, yang terjadi saat tubuh memperbaiki jaringan kulit yang rusak. Pengelupasan, biasanya mulai terlihat beberapa hari setelah kulit mengalami sunburn.

Dilansir dari BabyCenter, pada tahap ini, berikut adalah tiga perawatan sederhana, yang dapat membantu membuat kulit terasa lebih nyaman.
 

1. Menggunakan pelembap yang cukup


Mengoleskan petroleum jelly atau krim pelembap, yang kental dapat membantu menjaga kelembapan kulit. Pelembap juga dapat mengurangi rasa gatal, yang sering muncul saat kulit mulai mengelupas.
 

2. Memilih pelembap yang lembut untuk kulit



(Setelah kulit anak terbakar matahari, hindari produk berbahan dasar alkohol yang bisa memerangkap panas dan mengiritasi kulit anak. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Selain petroleum jelly, pelembap lain yang tidak terlalu keras pada kulit juga dapat digunakan, untuk membantu mempercepat proses pemulihan kulit.
 

3. Tidak menarik kulit yang sedang mengelupas


Kulit yang terkelupas sebaiknya dibiarkan lepas dengan sendirinya. Menarik atau mengupas kulit secara paksa dapat menyebabkan iritasi tambahan, luka kecil, bahkan meningkatkan risiko infeksi.
 

Apakah luka bakar matahari meningkatkan risiko kanker kulit?


Luka bakar matahari sebenarnya menandakan bahwa kulit telah mengalami kerusakan, akibat radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari. Paparan radiasi UV, diketahui sebagai salah satu penyebab utama berbagai jenis kanker kulit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa luka bakar matahari, yang parah saat masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko terkena melanoma, yaitu jenis kanker kulit yang paling berbahaya, ketika seseorang sudah dewasa.

 

Beberapa anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari, terutama anak yang memiliki ciri-ciri, yaitu rambut berwarna pirang, kulit sangat pucat, memiliki banyak bintik atau freckles, mata berwarna hijau atau biru.

Meski demikian, paparan radiasi ultraviolet tetap berbahaya bagi semua orang. Anak dengan kulit lebih gelap, termasuk kulit hitam atau coklat, juga tetap dapat mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari, jika tidak mendapatkan perlindungan yang cukup.


Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH