FAMILY

Ini yang Terjadi pada Otak Anak sejak Dalam Kandungan

A. Firdaus
Rabu 11 Februari 2026 / 16:08
Ringkasnya gini..
  • Saat bayi lahir, otaknya sudah memiliki sekitar 100 miliar neuron.
  • Otak membentuk lebih dari satu juta koneksi.
  • Pertumbuhan otak berlangsung begitu cepat.
Jakarta: Perkembangan otak bayi dan anak sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum kelahiran. Tepatnya sejak beberapa minggu setelah proses pembuahan terjadi.

Sejak fase awal kehamilan, otak mulai terbentuk dan terus mengalami lonjakan pertumbuhan yang sangat pesat, hingga memasuki masa awal kehidupan anak.

Pada periode ini, pertumbuhan otak berlangsung begitu cepat. Bahkan, dalam tahun pertama kehidupan, ukuran otak bayi dapat meningkat secara signifikan dan hampir berlipat ganda.

Proses ini menjadi fondasi utama bagi seluruh kemampuan anak di kemudian hari, mulai dari bergerak, berpikir, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
 
Di balik pertumbuhan ukuran tersebut, otak juga membentuk jutaan koneksi antar neuron. Koneksi-koneksi ini berperan penting dalam mengatur emosi, mengendalikan gerakan tubuh, mendukung kemampuan berkomunikasi, serta membantu proses belajar dan berpikir.

Semakin sering koneksi ini digunakan, semakin kuat pula jalur-jalur saraf yang terbentuk. Meskipun faktor genetik memiliki peran besar dalam perkembangan otak, lingkungan tidak kalah penting.

Interaksi sehari-hari, stimulasi, serta perhatian dari orang tua dan orang-orang terdekat sangat memengaruhi bagaimana otak anak berkembang secara optimal. Lingkungan yang aman, penuh kasih, dan kaya rangsangan membantu otak membangun koneksi yang sehat dan berkelanjutan.
 

Kapan otak bayi mulai berkembang?


Dilansir dari BabyCenter, perkembangan otak bayi dimulai sejak usia kehamilan sekitar dua hingga tiga minggu setelah pembuahan. Pada tahap ini, struktur dasar otak mulai terbentuk dan akan terus berkembang sepanjang masa kehamilan.

Saat bayi lahir, otaknya sudah memiliki sekitar 100 miliar neuron. Jumlah ini sebenarnya sudah mencukupi untuk digunakan sepanjang hidup. Namun, yang terus bertambah dan berkembang adalah hubungan antar neuron tersebut, bukan jumlah neuronnya.

Dalam beberapa tahun pertama kehidupan, otak membentuk lebih dari satu juta koneksi atau sinapsis setiap detik. Koneksi inilah yang memungkinkan anak belajar berbagai keterampilan penting, seperti mengenali suara, memahami bahasa, menggerakkan tubuh, hingga berinteraksi secara sosial.

Setiap tonggak perkembangan, mulai dari senyum pertama, kata pertama, hingga langkah pertama, merupakan hasil dari perubahan dan kematangan struktur otak yang terjadi secara bertahap.

Hal ini karena proses ini berlangsung terus-menerus dan saling berkaitan, tidak ada ukuran pasti yang bisa menentukan seberapa “lengkap” perkembangan otak pada usia tertentu.

Perkembangan otak bukanlah proses yang berhenti di masa kanak-kanak. Proses ini berlangsung sepanjang hidup, meskipun dengan kecepatan yang berbeda-beda di setiap tahap usia.

Namun demikian, beberapa tahun pertama kehidupan dikenal sebagai masa kritis pertumbuhan otak dan pembelajaran. Pada fase ini, otak sangat responsif terhadap pengalaman dan stimulasi dari lingkungan.

Setelah periode ini berlalu, pembentukan koneksi baru tetap terjadi, tetapi tidak secepat dan seintens masa awal kehidupan. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH