Tes Sederhana Mengetahui Apakah Kita Bisa Hidup hingga Tua (Foto: gettyimages)
Tes Sederhana Mengetahui Apakah Kita Bisa Hidup hingga Tua (Foto: gettyimages)

Tes Sederhana Mengetahui Apakah Kita Bisa Hidup hingga Tua

Rona studi kesehatan
Anggi Tondi Martaon • 16 Februari 2019 19:33
Jakarta: Sebagian besar orang percaya, urusan mati adalah kehendak yang maha kuasa. Namun, beriring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita bisa mengetahui apakah akan bertahan hingga tua nanti dari sisi kesehatan.
 
Berdasarkan studi medis yang dilakukan, cara yang dimaksud yaitu dengan menaiki tangga. Orang yang mudah menaiki tangga kemungkinan besar berumur panjang dan sehat tanpa penyakit.
 
Kondisi sebaliknya membayangi mereka yang tidak mampu menaiki empat buah anak tangga tanpa berhenti. Jika Anda harus berpegangan dan mengalami sesak nafas sebelum mencapai tujuan, maka itu adalah prognosis negatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka yang kesulitan menaiki tangga, secara meyakinkan sangat berkaitan dengan kematian dini akibat penyakit, seperti kanker dan penyakit jantung.
 
Studi tersebut menyebutkan, orang yang kesulitan menaiki tangga dua kali lebih mungkin meninggal karena kanker. Lebih buruk lagi, tiga kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung.
 
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah peneliti dari Spanyol menganalisa 13.000 penderita penyakit arteri koroner (Coronay Artery Disease/CAD). CAD merupakan penyebab paling umum dari serangan jantung.
 
CAD adalah penyebab paling umum dari serangan jantung. Pada tahun 2017 di Australia, penyakit jantung adalah penyebab utama kematian, meskipun jumlah kematian terus menurun selama dekade terakhir.
 
Selama studi peserta diuji menggunakan uji treadmill standar di mana pasien diminta untuk mengeluarkan energi dengan intensitas yang meningkat sampai mereka mencapai titik kelelahan.
 
Selama studi lima tahun, 1253 pasien meninggal karena penyakit kardiovaskular. 670 lebih lanjut meninggal karena kanker dan 650 dari penyebab lain.
 
Selama studi, peserta diuji menggunakan treadmill standar. Pasien diminta untuk mengeluarkan energi dengan intensitas yang meningkat sampai mereka mencapai titik kelelahan.
 
Selama studi lima tahun, 1253 pasien meninggal karena penyakit kardiovaskular. Sementara itu, 670 pasien lebih lanjut meninggal karena kanker dan 650 dari penyebab lain.
 
Saat ini tidak ada obat untuk CAD. Tapi, penderita bisa melakukan perawatan secara intensif, termasuk perubahan gaya hidup, perubahan drastis dalam diet dan pengobatan.
 
 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif