Ilustrasi-Shutterstock
Ilustrasi-Shutterstock

Apakah Ruam di Kaki Merupakan Gejala Covid-19?

Rona Virus Korona virus corona covid-19 cara bedakan gejala covid-19 gejala covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 04 Mei 2020 10:53
Jakarta: Ruam seperti radang dingin pada jari kaki seseorang mungkin merupakan gejala dari coronavirus baru (covid-19). Hal itu disampaikan menurut bukti anekdotal dari dokter kulit di seluruh dunia.
 
Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah ruam aneh ini benar-benar disebabkan oleh covid-19. Menurut dr. Esther Freeman dikutip dari Live Science, dokter kulit di Massachusetts General Hospital di Boston, ruam kemerahan-kemerahan dapat berubah ungu dari waktu ke waktu.
 
Kemudian, menyebabkan sensasi terbakar pada beberapa orang. Tetapi, peradangan cenderung menghilang tanpa pengobatan dalam dua hingga tiga minggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini, data menunjukkan bahwa kebanyakan orang dengan ruam di jari kaki tidak menunjukkan gejala atau memiliki kasus penyakit ringan lainnya. Selain itu, ruam aneh ini cenderung terjadi pada orang yang lebih muda. Termasuk anak-anak dan orang dewasa di usia 20-an atau 30-an.
 
"Sebagian besar pasien masih muda, sehat, dan memiliki program klinis yang jinak. Saya tidak ingin orang berpikir jika mereka memiliki bintik-bintik ungu di jari kaki mereka bahwa mereka akan berakhir dengan ventilator di ICU. Bukan itu yang kita lihat dalam data," tuturnya.
 
Serangkaian penampakan jari kaki, difoto oleh dokter kulit Italia, Andrea Bassi dan diposting di Twitter, menunjukkan berbagai penampilan ruam. Tetapi masih banyak yang harus dipelajari.
 
Sehingga, Freeman dan rekannya yang merupakan bagian dari gugus tugas Akademi Dermatologi Amerika membuat registrasi dermatologi covid-19 online. Para petugas kesehatan dapat melaporkan masalah terkait kulit yang tampaknya terkait dengan covid- 19, termasuk ruam jari kaki yang terlihat seperti radang dingin.
 
Para peneliti berharap bahwa database akan membantu dokter memahami hubungan antara virus dan kondisi kulit. Kemudian, bisa menentukan apakah ada masalah kulit ini dapat membantu dengan deteksi penyakit dini.
 
Berdasarkan laporan USA Today per 27 April 2020, terdapat sekitar setengah dari 300 entri basis data termasuk jari kaki.
 
Salah satu yang pertama menyebutkan ruam di jari kaki muncul pada awal April, ketika dokter Prancis mencatat bahwa ruam tersebut memiliki penampilan pseudo-radang dingin dan kemerahan yang menetap, kadang menyakitkan, dan lesi sarang sementara.
 
Penyebutan jari-jari kaki muncul kembali pada 18 April dalam Journal of American Academy of Dermatology case report. Dalam laporan kasus, para peneliti menggambarkan seorang siswa berusia 23 tahun di Belgia yang memiliki chilblain yang disebabkan oleh infeksi covid-19.
 
Sementara itu, tidak jarang virus menyebabkan ruam. Misalnya, campak yang dapat menyebabkan bintik-bintik datar yang gatal, sementara coxsackie dapat menyebabkan luka yang menyakitkan di tangan, kaki, dan mulut.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif