Lima Alasan Kram Perut di Luar Masa Menstruasi

Sri Yanti Nainggolan 21 Juni 2018 18:27 WIB
kesehatan reproduksi
Lima Alasan Kram Perut di Luar Masa Menstruasi
(Foto: Medguidance)
Jakarta: Lebih dari 90 persen wanita mengalami kram perut menjelang atau saat menstruasi. Ini adalah hal yang wajar. Namun, bagaimana jika terjadi kram perut diluar momen menstruasi?

"Saya sarankan untuk memeriksa ke dokter kandungan jika mengalami kram perut yang memburuk, berulang, atau mencemaskan, terutama jika terjadi di luar siklus menstruasi." tukas ahli kandungan Alyssa Dweck. 

Berikut adalah beberapa gangguan yang berhubungan dengan kram perut. 


1. Endometriosis

"Endometriosis terjadi ketika jaringan lapisan uterus, yang biasanya merespons fluktuasi hormon setiap bulan dan mengeluarkan darah akibat itu, ditanam di tempat lain di pelvis," kata Dweck. Hal tersebut memicu rasa sakit, termasuk kram. 

Meskipun penyebabnya belum jelas, American College of Obstetricians and Gynecologists menyebutkan bahwa kondisi tersebut dialami sekitar 10 persen wanita berusai 15-14 tahun. 

"Salah satu pengobatan yang populer adalah pil KB, yang dapat membantu mengelola hormon, sementara pengobaan lainnya adalah obat nyeri, suntikan untuk menekan hormon, dan bahkan operasi," katanya.

2. Kista ovarium

Kista ovarium adalah terdapat kantung berisi cairan dalam ovarium. Kebanyakan wanita mengalami setidaknya satu kista indung telur sebulan, dan banyak pengalaman tidak nyaman. Sekitar 8 persen wanita akan mengembangkan kista yang cukup besar dan memerlukan pengobatan, kata Dweck.

"Ada banyak jenis kista ovarium yang dapat menyebabkan kram, kembung, dan nyeri," katanya. 

3. Fibroid rahim

"Pertumbuhan otot jinak di rahim ini dapat menyebabkan kram, kembung, seks yang menyakitkan, dan tekanan saluran kemih atau usus," kata Dweck. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa setidaknya 25 persen wanita di Amerika Serikat memiliki gejala khas fibroid, meskipun gangguan ini terkadang tak menyebabkan gejala.  

"Biasanya, pencitraan serial seperti ultrasound dan manajemen hamil, atau 'menungu sambil mengawasi 'direkomendasikan," katanya. 

4. Jaringan parut

"Riwayat pembedahan panggul atau perut sebelumnya dapat menyebabkan jaringan parut, yang berpotensi menyebabkan rasa sakit pada beberapa wanita," kata Dweck. 

Kondisi yang disebut dengan Asherman's Syndrome dapat menyebabkan trauma di uterus dimana paling sering dikarenakan prosedur dilatasi dan kuretase, operasi caesar, infeksi uterus, dan prosedur bedah lainnya.

"Bekas luka dapat menyebabkan organ menjadi kram dan menyebabkan rasa sakit," katanya. 

5. Kanker rahim

Setiap tahun, lebih dari 22.000 wanita didiagnosis dengan kanker ovarium, kanker paling mematikan kelima untuk wanita, menurut American Cancer Society. Beberapa gejala kanker ovarium adalah rasa sakit, kembung, kram dan pendarahan tidak teratur. 

 



(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id