Poster Film John WIck: Chapter 4. (Foto: Lionsgate)
Poster Film John WIck: Chapter 4. (Foto: Lionsgate)

Keanu Reeves Bela Sutradara Carl Rinsch yang Menipu Netflix Rp180 Miliar

Basuki Rachmat • 29 Mei 2026 12:55
Ringkasnya gini..
  • Keanu Reeves mengirim surat ke hakim demi meminta keringanan hukuman untuk sutradara Carl Rinsch.
  • Carl Rinsch terbukti menyalahgunakan dana Netflix hingga Rp180 miliar untuk kripto dan gaya hidup mewah.
  • Keanu Reeves menyebut Carl Rinsch sebagai seniman visioner meski terjerat kasus penipuan Netflix.
Jakarta: Aktor papan atas Hollywood, Keanu Reeves, secara resmi melayangkan surat permohonan kepada hakim agar memberikan keringanan hukuman bagi sahabatnya yang juga seorang sutradara, Carl Rinsch. 
 
Sang sutradara saat ini tengah terancam hukuman penjara bertahun-tahun setelah dinyatakan bersalah atas kasus penipuan terhadap raksasa streaming Netflix sebesar USD11 juta (sekitar Rp180 miliar).
 
​Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Hakim Jed S. Rakoff di Pengadilan New York City, bintang utama waralaba John Wick tersebut menggambarkan Carl Rinsch sebagai sosok “seniman luar biasa”. Ia berharap pengadilan dapat menunjukkan sisi kemanusiaan saat menjatuhkan vonis nanti.
 
"Saya menulis surat ini untuk mendukung Carl Rinsch sehubungan dengan persidangannya yang akan datang. Saya tidak mengetahui detail kasus ini. Namun berdasarkan apa yang saya ketahui tentang Carl, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menulis atas namanya, dengan harapan hukumannya dapat diperlunak dengan tindakan kemurahan hati dan belas kasihan serta keadilan," tulis Reeves dalam dokumen pengadilan tertanggal 1 Mei tersebut.
 

Hasil Menipu Dibeli Mobil Sport Mewah dan Kripto

Menurut data Kejaksaan Agung AS untuk Distrik Selatan New York, Rinsch menggunakan dana dari Netflix untuk berspekulasi pada mata uang kripto dan mendanai gaya hidup mewahnya. 

Aliran dana haram tersebut diketahui mengalir sebesar USD1,7 juta (senilai Rp30,3 miliar) untuk melunasi tagihan kartu kredit, USD3,3 juta (senilai Rp58,9 miliar)  untuk berburu furnitur mewah, USD387 ribu (Rp6,9 miliar) untuk koleksi jam tangan mewah lansiran Swiss, hingga USD2,4 juta (Rp42,8 miliar) yang dihabiskan demi memborong lima unit mobil Rolls-Royce dan satu unit mobil Ferrari merah.
 
Sebelumnya, Netflix dilaporkan telah menggelontorkan dana sekitar USD44 juta (Rp786 miliar) untuk produksi serial bertajuk White Horse. Namun, Rinsch meminta dana tambahan sebesar USD11 juta (Rp196 miliar) pada Maret 2020 dengan dalih untuk menyelesaikan proyek tersebut, yang berujung pada penyalahgunaan anggaran. 
 
​Menariknya, Keanu Reeves sendiri sebenarnya juga terlibat langsung dalam proyek bermasalah ini yang bertindak sebagai investor finansial sekaligus eksekutif produser.
   

Soroti Masalah Kesehatan Mental Carl Rinsch

Reeves tetap melihat sisi jenius dari sang sahabat dan menilai bahwa serial White Horse merupakan sebuah mahakarya yang visioner.
 
​"Menurut pendapat saya, Carl adalah seorang seniman yang luar biasa, dan White Horse adalah sebuah karya seni yang luar biasa dan visioner, meskipun proyek itu belum selesai," ungkap Reeves membela.
 
​"Saya menilai Carl kerap melakukan sabotase terhadap dirinya sendiri dengan mencoba memperbesar skala, ruang lingkup, serta lanskap dari apa yang sebenarnya sudah dinegosiasikan di awal, sehingga menempatkan dirinya dan pihak mitra (Netflix) dalam perselisihan," tuturnya.
 
Aktor berusia 61 tahun itu menegaskan bahwa testimoni tertulisnya ini bukan bertujuan untuk membenarkan tindakan kriminal yang dilakukan Rinsch, melainkan murni memberikan sudut pandang objektif mengenai kondisi psikologis sang sutradara kepada majelis hakim.
 
Masalah kesehatan mental Rinsch memang dilaporkan sempat memburuk, bahkan Reeves bersama kerabat dekat lainnya pernah melakukan tindakan intervensi langsung di kediaman Rinsch pada akhir tahun 2019 lalu.
 
Kini, Carl Rinsch dijadwalkan akan menjalani sidang pembacaan putusan akhir (vonis) pada 29 Juni 2026 mendatang. Sementara itu, pihak jaksa penuntut umum bersiap mengajukan rekomendasi tuntutan hukuman resmi pada 16 Juni mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA