Studi: Pemberian Makanan Padat Lebih Cepat Turunkan Risiko Gangguan Tidur pada Bayi

Sri Yanti Nainggolan 11 Juli 2018 10:58 WIB
studi kesehatanperkembangan anak
Studi: Pemberian Makanan Padat Lebih Cepat Turunkan Risiko Gangguan Tidur pada Bayi
Para peneliti menemukan bahwa bayi yang makan makanan padat lebih cepat tidur lebih lama, lebih jarang terbangun di malam hari. (Foto: Picsea/Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang diperkenalkan makanan pada secara dini memiliki masalah tidur lebih kecil dibandingkan mereka yang masih menyusu. 

Para peneliti menemukan bahwa bayi yang makan makanan padat lebih cepat tidur lebih lama, lebih jarang terbangun di malam hari, dan mengalami lebih sedikit masalah tidur dibandingkan mereka yang menyusu pada enam bulan pertama kehidupan. 

"Sementara panduan resmi adalah bahwa memulai makanan padat tidak akan membuat bayi lebih mungkin untuk tidur sepanjang malam, studi ini menunjukkan bahwa saran ini perlu diperiksa kembali mengingat bukti yang telah kami kumpulkan," kata penulis utama Gideon Lack, profesor di King's College London.


Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics tersebut melibatkan 1.303 ibu yang melakukan ASI eksklusif selama tiga bulan yang dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok mengikuti saran pemberian makan bayi standar dan didorong untuk menyusui secara eksklusif selama sekitar enam bulan. Kelompok kedua, sambil terus menyusui, diminta untuk memperkenalkan makanan padat.


(Para peneliti menemukan bahwa bayi yang makan makanan padat lebih cepat tidur lebih lama, lebih jarang terbangun di malam hari, dan mengalami lebih sedikit masalah tidur dibandingkan mereka yang menyusu pada enam bulan pertama kehidupan. Foto: Dakota Corbin/Unsplash.com)

(Baca juga: Manfaat Membuat MPASI Sendiri)

Para orang tua menyelesaikan kuesioner online setiap bulan hingga bayi mereka berusia 12 bulan dan kemudian setiap tiga bulan hingga tiga tahun.

Kuesioner mencatat frekuensi konsumsi makanan serta pertanyaan tentang frekuensi dan durasi menyusui, selain durasi tidur.

Dari 1.303 bayi yang ikut dalam penelitian, 94 persen (1.225 orang), menyelesaikan kuesioner tiga tahun dengan 608 dari kelompok menyusui eksklusif dan 607 dari pengenalan awal kelompok makanan.

Perbedaan antara kedua kelompok memuncak pada enam bulan, di mana kelompok pengenalan awal tidur selama seperempat jam (16,6 menit) lebih lama per malam (hampir dua jam lebih lama per minggu). Frekuensi bangun malam pun menurun dari hanya dua kali per malam menjadi 1,74.

Terkait kesejahteraan ibu, penelitian tersebut menunjukkan bahwa masalah tidur (sebagaimana didefinisikan oleh orang tua), yang secara signifikan terkait dengan kualitas hidup ibu, dilaporkan lebih jarang dalam kelompok yang memperkenalkan makanan padat sebelum enam bulan.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id