Bayi memiliki tingkat sensitif yang berbeda-beda. Kondisi kulit sensitif pada bayi pun bisa membuat para ibu stres. (Ilustrasi/Pexels)
Bayi memiliki tingkat sensitif yang berbeda-beda. Kondisi kulit sensitif pada bayi pun bisa membuat para ibu stres. (Ilustrasi/Pexels)

6 Tips Perawatan untuk Bayi Sensitif

Rona bayi
Sunnaholomi Halakrispen • 04 September 2020 15:06
Jakarta: Bayi memiliki tingkat sensitif yang berbeda-beda. Kondisi kulit sensitif pada bayi pun bisa membuat para ibu stres. Apalagi, jika terjadi pada bayi yang baru lahir, karena Anda perlu menyesuaikan diri dengan rutinitas harian dan cara merawat bayi.
 
Kulit bayi baru lahir itu halus, begitu pula sistem kekebalan bayi. Namun, ada beberapa ruam bayi yang normal, bahan kimia, wewangian, dan pewarna pada pakaian, deterjen, dan produk bayi dapat menyebabkan iritasi kulit bayi baru lahir, kekeringan, lecet, dan ruam. 
 
Di sisi lain, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi bayi Anda dari masalah kulit sensitif. Hal pertama yang harus Anda ingat ialah sentuhan Anda pada kulit bayi Anda memiliki efek menenangkan dan sangat penting untuk perkembangan bayi Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lakukanlah sejumlah perawatan yang tepat pada kulit bayi Anda dengan cara yang alami. Berikut enam tips perawatan di antaranya, dikutip dari WebMD.

1. Pahami kondisi kulit bayi Anda

Bayi baru lahir dengan kulit keriput dan lapisan pelindung yang disebut vernix yang terkelupas secara alami selama minggu pertama. Pahami kondisi kulit bayi Anda.
 
Tidak perlu terburu-buru untuk menggosok atau mengobati kulit sensitif bayi dengan penggunaan lotion atau krim. Sebab, kondisi itu akan hilang dengan sendirinya. 

2. Jangan terlalu sering memandikan

Tahan keinginan untuk sering memandikan bayi Anda. Sebab, terlalu sering mandi atau lebih dari tiga kali dalam seminggu selama tahun pertama kehidupan bayi, berisiko menghilangkan minyak alami yang melindungi kulit bayi.
 
Apabila terlalu sering memandikan dan terjadi hilangnya minyak alami pada bayi, bisa membuat kulit bayi rentan dan kering dan juga bisa memperburuk eksim.

3. Mandi spons

Bayi Anda tidak kotor, kecuali mengenai air liur dan penggantian popok. Bayi tidak bekerja pukul 9 sampai 5 sore atau pergi ke gym. 
 
Maka, selama sebulan pertama atau lebih, mandi spons dua atau tiga kali seminggu akan menjaga kebersihan bayi Anda. Di antaranya, cukup bersihkan area mulut dan popok bayi dengan sedikit air atau pembersih.

4. Hati-hati dengan produk bayi

Orang tua harus penuh perhatian pada bayinya, termasuk tentang penggunaan produk. Jangan gunakan produk bayi beraroma di bulan-bulan awal. Sebab, dapat mengiritasi kulit halus bayi Anda.

5. Cuci pakaian bayi sebelum dipakai

Gunakan hanya deterjen khusus pakaian bayi yang bebas pewangi dan pewarna. Cucilah pakaian bayi, seprai, dan selimut, secara terpisah dari cucian keluarga. Cara lainnya, gunakan deterjen yang sama untuk seluruh keluarga (deterjen khusus pakaian bayi).

6. Bersabar dengan eksim

Sebagian besar masalah kulit bayi baru lahir, seperti eksim atau ruam popok, tidak berkembang selama satu atau dua bulan pertama. Maka, bersabarlah, jangan sampai Anda terlalu panik dan berujung stres. Sementara itu, eksim muncul sebagai ruam merah dan gatal terutama di wajah dan kulit kepala, di siku, dan di belakang lutut.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif