Bagaimana peran pelumas dalam seks di kehamilan? Simak informasinya berikut ini. (Foto: Pexels.com)
Bagaimana peran pelumas dalam seks di kehamilan? Simak informasinya berikut ini. (Foto: Pexels.com)

Kenali Pelumas yang Aman Selama Kehamilan

Rona kehamilan seks dan kesehatan
Anda Nurlaila • 17 November 2019 15:00
Jakarta: Bagi sebagian besar wanita berhubungan intim selama sembilan bulan kehamilan tidak memerlukan pelumas tambahan. Sebab, ketika mengandung tubuh memproduksi pelumas alami dalam jumlah besar.
 
Penulis "Expecting 411: The Insider's Guide to Pregnancy and Childbirth," Ari Brown mengatakan, sebagian wanita mengalami hal sebaliknya.
 
"Perubahan hormon dapat membuat kelamin lembap terus menerus. Sementara pada wanita lain menjadi kering," katanya seperti dilansir dari Parents.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika selama hamil pelumas alami berkurang dan menyebabkan hubungan seks tidak nyaman, dianjurkan menggunakan pelumas yang aman bagi kehamilan.
 
Sebuah studi Universitas Indiana 2010 terhadap hampir 2.500 wanita menemukan bahwa mereka yang menggunakan pelumas saat berhubungan seks melaporkan tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi.

Jenis pelumas terbaik selama kehamilan

Pelumas terbaik adalah yang berbasis air. Asisten dokter kebidanan dan kandungan di Maternal Fetal Medicine di University of Rochester Medical Center Loralei Thornburg mengatakan, tekstur yang lebih halus dan licin menurunkan risiko iritasi dan infeksi. Tapi karena diserap kulit dan selaput lendir, pakai pelumas secara berkala.

Akankah pelumas mengenai bayi selama kehamilan?

Aviva Patz dalam artikel bertajuk, "Lube and Pregnancy Sex: What's Safe, What's Not" mengatakan tidak mengenai bayi. "Karena leher rahim tertutup rapat, jadi tidak ada risiko pelumas masuk ke tempat bayi," paparnya dalam laman Parents.
 
Kenali Pelumas yang Aman Selama Kehamilan
(Sebuah studi Universitas Indiana 2010 terhadap hampir 2.500 wanita menemukan bahwa mereka yang menggunakan pelumas saat berhubungan seks melaporkan tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi. Tapi, ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda sebelum melakukannya. Foto: Pexels.com)

Jenis pelumas apa yang harus dihindari selama kehamilan?

Bahkan jika memilih pelumas berbasis air, hindari yang mengandung gliserin, paraben, atau wewangian, yang dapat menyebabkan iritasi. Hindari pelumas dengan aditif yang dirancang untuk meningkatkan kepuasan seks.
 
"Produk ini memiliki efek yang lebih kuat dari yang diperkirakan dan bahkan tidak menyenangkan pada jaringan vagina Anda yang membesar," kata Dr Thornburg.
 
"Hindari pula pelumas beraroma, terutama jika mengandung gula, karena dapat berkontribusi pada risiko infeksi jamur. Meskipun silikon dan pelumas berbasis minyak tidak secara khusus dilarang, pelumas tersebut dapat mengubah keseimbangan pH vagina dan meningkatkan bahaya infeksi," sebut dalam laman yang sama lagi.

Bagaimana dengan produk sejenis pelumas lainnya?

"Jika Anda menggunakan jenis pelumas lainnya seperti petroleum jelly, baby oil, minyak zaitun, atau losion tubuh, simpan untuk sementara waktu. Sebab semua produk tersebut dapat mengandung gliserin, wewangian, dan pewarna  yang dapat meningkatkan risiko iritasi," papar Patz lagi.

Bagaimana setelah hamil?

Tetap gunakan pelumas. Pascapersalinan sebagian wanita terutama yang menyusui mengalami tingkat kekeringan vagina. Hal ini dapat memicu iritasi selama aktivitas seksual. Tapi ada baiknya itu semua Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan di beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Royal Taruma, Rumah Sakit Pondok Indah, atau RSCM. Atau kunjungi pusat kesehatah di dekat rumah Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif