HIV dapat memengaruhi Anda secara berbeda dari satu tahap satu ke tahap berikutnya. Gejala pada tahap paling awal, mencakup demam atau gejala mirip flu lainnya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
HIV dapat memengaruhi Anda secara berbeda dari satu tahap satu ke tahap berikutnya. Gejala pada tahap paling awal, mencakup demam atau gejala mirip flu lainnya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Terinfeksi HIV, Perhatikan Beberapa Hal Ini

Rona hiv/aids
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Juni 2019 13:22
Virus imunodifisiensi manusia (human immunodeficiency virus/HIV) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.
 

 
Jakarta: Ketika baru didiagnosis mengidap HIV, mungkin Anda masih belum paham tentang penyakit ini. Wajar jika banyak pertanyaan yang muncul di benak Anda. Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

1. Arti menjadi HIV positif

Anda terpapar HIV atau virus human immunodeficiency yang sekarang hidup di dalam tubuh Anda. Tanpa pengobatan, HIV dapat membunuh sel-sel kekebalan tubuh Anda. Ini bisa membuat tubuh Anda lebih sulit melawan penyakit dan infeksi lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, menderita HIV bukan berarti Anda juga terinfeksi AIDS. atau diakuisisi sindrom imunodefisiensi, adalah nama tahap HIV paling lanjut.
 
Dilansir dari WebMD, berkat obat-obatan HIV, kebanyakan orang dengan HIV di Amerika Serikat tidak pernah tertular AIDS. Dipaparkan dalam Wikipedia, tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya.
 
Terinfeksi HIV, Perhatikan Beberapa Hal Ini
(Virus imunodifisiensi manusia (human immunodeficiency virus/HIV) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

2. Gejala yang harus diantisipasi

HIV dapat memengaruhi Anda secara berbeda dari satu tahap satu ke tahap berikutnya. Gejala pada tahap paling awal, mencakup demam atau gejala mirip flu lainnya, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ada bisul atau luka.
 
Tahap selanjutnya atau tahap latensi klinis, lebih tersembunyi. Anda mungkin tidak melihat tanda-tanda apa pun. Tetapi jika Anda memerhatikannya, gejala ini mungkin mirip dengan gejala tahap awal dan cenderung ringan.
 
Jika kondisi Anda berubah menjadi AIDS, Anda bisa menjadi sangat sakit. Di antaranya, terjadi penurunan berat badan dengan cepat, merasa sakit sepanjang waktu, sangat lelah, mengalami diare yang berlangsung lebih dari seminggu.
 
Kemudian, terdapat luka di mulut atau anus Anda, memiliki kulit berjerawat, memiliki masalah dengan ingatan dan pemikiran. Juga mengalami demam yang terus datang kembali dan napas terasa pendek disertai batuk

3. Bahaya penularan

Penyakit ini mungkin tidak berbahaya pada penularan. Mengobrol dengan orang lain atau bersentuhan tangan tidak membuat orang lain tertular oleh HIV yang Anda derita.
 
Kecuali, ketika Anda melakukan hubungan seks dengan suami atau istri Anda. Begitu pula jika Anda menggunakan jarum suntik atau peralatan obat lain bersamaan dengan orang lain. Wanita hamil yang HIV positif dapat menularkannya kepada sang calon bayi.
 
Memungkinkan juga menularkan HIV jika darah Anda masuk ke mulut seseorang. Tapi itu jarang terjadi. Agar aman, semua orang yang dekat dengan Anda harus diuji HIV untuk selanjutnya menjalankan perawatan intensif.
 
Hal penting lainnya yang perlu Anda ketahui ketika terinfeksi HIV ialah segera memulai perawatan. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir menjalani hidup dengan mengidap HIV di waktu mendatang. Banyak pengidap HIV yang bertahan menjalani hidup panjang karena rutin mengikuti perawatan dokter.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif