Cara Protein Pengaruhi Keseimbangan Hormon Wanita (Foto: stocksy)
Cara Protein Pengaruhi Keseimbangan Hormon Wanita (Foto: stocksy)

Cara Protein Pengaruhi Keseimbangan Hormon Wanita

Rona protein
Torie Natalova • 27 April 2019 12:56
Jakarta: Ketidakseimbangan hormon dapat membuat wanita tidak nyaman. Sumber protein tertentu dipercaya membantu keseimbangan hormon Anda. Makan protein memberi tubuh asam amino yang digunakan untuk memproduksi hormon tertentu seperti insulin dan pertumbuhan.
 
Beberapa protein besifat adaptogenik sedangkan yang lain merangsang sistem kekebalan tubuh dan menciptakan peradangan seperti daging sapi. Beberapa protein menghasilkan perubahan hormonal terutama untuk hormon estrogen, tiroid, dan insulin.

1. Efek protein terhadap estrogen

Estrogen adalah hormon utama dalam tubuh wanita. Jika Anda makan protein yang berasal dari daging, terutama yang berlemak, ini akan mempengaruhi kadar estrogen Anda. Wanita yang sering makan daging memiliki kadar estrogen lebih tinggi daripada vegetarian. Untuk menciptakan kadar estrogen yang sehat yaitu membatasi alkohol dan daging merah, makan lebih banyak sayuran dan serat.

2. Efek protein terhadap tiroid

Gluten dikaitkan dengan peningkatan risiko tiroiditis autoimun, penyebab utama hipertiroid. Merkuri yang terdapat dalam ikan tuna, hiu dan todak dapat mengganggu estrogen. Sumber protein yang aman untuk tiroid Anda yaitu salmon, cod, kakap, nila, mackerel, trout, sarden, teri, kerang, kepiting dan tiram. Merkuri juga dapat dikaitkan dengan risiko resistensi insulin, diabetes dan sindrom metabolik yang lebih besar.
 
Adapun beberapa sumber protein vegan adaptogenik yaitu protein dari kacang, lentil dan jenis polong lainnya, biji rami, chia dan bunga matahari, kacang Macadamia dan Brazil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan sumber protein omnivora adaptogenik seperti ikan salmon, teri, sarden, mackerel, herring, tiram, daging merah, unggas dan telur.
 
Lalu, berapa dosis protein yang tepat? Wanita umumnya makan rata-rata 75-125 gram per hari tergantung pada tingkat aktivitas dan berat badan Anda. Terlalu sedikit protein, berarti Anda kehilangan berat badan tanpa lemak dan pada orang yang berat badannya turun, makan protein yang tepat dapat membuat berat badan kembali naik.
 
Ketika Anda makan protein berlebih, itu dapat diubah menjadi gula, sehingga meningkatkan gula darah melalui proses glukoneogenesis. Pilih sumber terbaik untuk gaya hidup Anda, kemudian ukur berat badan, gula darah dan komposisi tubuh, sehingga Anda dapat membuat perkiraan terbaik untuk asupan protein setiap hari.
 

 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif