Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, terutama seiring bertambahnya usia. (Foto: Pexels)
Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, terutama seiring bertambahnya usia. (Foto: Pexels)

Penyebab Bibir Pecah-pecah dan Cara Mengatasinya

Rona musim pancaroba
Medcom • 25 September 2019 15:51
Jakarta: Pancaroba atau pergantian musim panas ke dingin merupakan keadaan ekstrem. Di mana dapat mempengaruhi kesehatan kulit, salah satunya meningkatkan kecenderungan kulit bibir menjadi pecah-pecah.
 
Bibir Anda tidak memiliki kelenjar minyak, sehingga hampir selalu terpapar elemen seperti paparan sinar matahari, angin dan dingin. Udara kering juga dapat berkontribusi pada bibir pecah-pecah Anda.
 
Ketika berada di rumah ataupun sedang pergi, kemudian mendapati bibir Anda kering dan pecah-pecah, menjadi sebuah hal yang menyebalkan bukan?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain membuat Anda tidak nyaman, bibir kering juga menimbulkan rasa perih, bahkan jika tidak diobati dapat mengembangkan bentuk bibir pecah-pecah yang lebih parah lagi, biasanya disebut cheilitis.
 
Anda sebenarnya dapat merawat bibir kering dengan perawatan sederhana dan tindakan pencegahannya di rumah. Namun, jika bibir Anda terus kering dan pecah-pecah, sebaiknya mempertimbangkan untuk membuat janji dengan dokter kulit.

Gejala bibir pecah-pecah

Anda mungkin mengalami salah satu gejala berikut di sekitar bibir Anda:
 
-Kekeringan
-Mengelupas
-Bersisik
-Luka
-Pembengkakan
-Retak
-Berdarah

Apa yang menyebabkan bibir pecah-pecah?

Jangan biarkan bibir Anda kering secara terus menerus. Ketahuilah bibir tidak mengandung kelenjar minyak seperti bagian kulit lainnya. Ini berarti bibir lebih rentan mengering dan pecah-pecah.
 
Kurangnya kelembapan dapat membuat masalah menjadi lebih buruk, hal itu dapat disebabkan oleh cuaca atau terkait dengan kurangnya perawatan diri.
 
Sedikit kelembapan di udara selama berbulan-bulan saat musim dingin diketahui menyebabkan bibir pecah-pecah. Paparan sinar matahari yang sering saat musim panas juga dapat memperburuk kondisi Anda.
 
Penyebab umum lainnya, bibir pecah-pecah dipicu karena kebiasaan menjilat. Setelah menjilat, air liur dari lidah dapat melucuti kelembapan bibir yang menyebabkan lebih banyak kekeringan.

Faktor risiko bibir pecah-pecah

Setiap orang bisa merasakan bibir pecah-pecah, terutama mereka yang memiliki kulit kering. Selain itu, minum obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko bibir pecah-pecah. Obat-obatan dan suplemen yang dapat menyebabkan bibir pecah-pecah antara lain:
 
-Vitamin A
-Retinoid (Retin-A, Differin)
-Lithium (umumnya digunakan untuk mengobati gangguan bipolar)
-Obat kemoterapi
 
Orang yang mengalami dehidrasi atau kurang gizi juga lebih cenderung mengalami bibir pecah-pecah daripada orang yang tidak. Hubungi dokter Anda jika salah satu dari ini terkait dengan bibir pecah-pecah, dehidrasi dan malnutrisi. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera.

Kapan harus mendapat perawatan medis?

-Cheilitis
Jika kekeringan dan retak parah tidak membaik dengan perawatan sendiri, Anda harus mengunjungi dokter kulit. Cheilitis sering disalahkan untuk bibir yang sangat pecah-pecah. Ini adalah kondisi yang ditandai oleh kulit yang pecah di sudut mulut dan beberapa celah di bibir Anda.
 
Jika Anda memiliki kondisi ini, bibir Anda dapat:
-Berwarna merah muda gelap atau merah
-Memiliki tekstur yang kental
-Mengembangkan borok
-Memiliki plak putih di permukaan bibir
 
Cheilitis sering dikaitkan dengan infeksi dan penyakit radang, seperti penyakit Crohn. Trauma gigi dan produksi air liur yang berlebihan juga dapat mengubah kasus bibir pecah-pecah menjadi cheilitis.
 
Bakteri dapat masuk melalui celah-celah dan menyebabkan infeksi. Orang dewasa dan anak-anak yang memiliki kawat gigi ortodontik, memakai gigi palsu, atau menggunakan dot semuanya rentan terhadap pengembangan cheilitis.
 
Seorang dokter kulit dapat menentukan apakah bibir kering Anda hanya pecah-pecah biasa atau menderita cheilitis.
 
-Dehidrasi dan kekurangan gizi
Bibir kering juga bisa disebabkan oleh dehidrasi atau kekurangan gizi (malnutrisi). Dehidrasi menyebabkan gejala sebagai berikut:
 
-Pusing
-Sembelit
-Penurunan produksi urin
-Mulut kering
-Sakit kepala
 
Dalam kasus yang parah, seseorang yang menderita dehidrasi dapat mengalami tekanan darah rendah, demam, napas cepat, atau detak jantung yang cepat.
 
Malnutrisi ditandai oleh banyak gejala yang sama dengan dehidrasi. Namun ada gejala tambahan yang dapat mengindikasikan jika Anda kekurangan gizi yaitu:
 
-Kelemahan otot
-Gigi membusuk
-Perut kembung
-Kerapuhan tulang
 
Malnutrisi dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin sehingga Anda yang diet terbatas, misalnya vegetarian, perlu memastikan bahwa Anda mendapatkan cukup vitamin yang dibutuhkan.
 
Selain itu, orang yang kecanduan alkohol juga lebih rentan terhadap kekurangan gizi, karena penggunaan alkohol yang berlebihan dapat mengganggu penyerapan vitamin tubuh. Orang dewasa yang lebih tua juga berisiko lebih tinggi untuk kekurangan gizi, karena penurunan nafsu makan.
 
Jika Anda curiga bukan hanya bibir kekeringan melainkan mengalami dehidrasi atau kekurangan gizi, segera temui dokter Anda.

Cara mencegah bibir pecah-pecah

Bibir yang pecah-pecah biasanya dapat dirawat di Rumah secara sederhana. Langkah pertama adalah memastikan bibir Anda memiliki kelembapan yang cukup. Hal Ini dapat dicapai dengan cara berikut:
 
-Oleskan lip balm sepanjang hari
-Minum lebih banyak air
-Menggunakan pelembap di rumah
-Menghindari kondisi cuaca dingin atau membungkus mulut Anda dengan syal
 
Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, terutama seiring bertambahnya usia. Untuk mengatasinya, oleskan lip balm yang minimal mengandung SPF 15 sebelum pergi ke luar rumah. Lip balm membantu melembabkan bibir dan tabir surya meminimalkan efek pengeringan lebih lanjut.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif