Pada saat seorang pria berusia 60-an dan 70-an, ia mungkin kehilangan satu hingga satu setengah sentimeter ukuran penis. (Foto Ilustrasi: Pexels)
Pada saat seorang pria berusia 60-an dan 70-an, ia mungkin kehilangan satu hingga satu setengah sentimeter ukuran penis. (Foto Ilustrasi: Pexels)

Seiring Bertambahnya Usia, Ini yang Terjadi pada Organ Intim Pria

Rona seks dan kesehatan
Anda Nurlaila • 30 Juni 2019 19:09
Seiring bertambahnya usia, kerap ada saja masalah dengan tubuh. Salah satunya tentang organ intim. Seperti penis yang kian tua, perubahannya kian nyata.
 
Jakarta: Penuaan terjadi di seluruh bagian tubuh seiring bertambahnya usia. Tak terkecuali di area intim, termasuk penis.
 
Proses penuaan pada penis terjadi bertahap dan dimulai sekitar usia 40 tahun. Menurut penulis “Penis Problems: A Man’s Guide, Madeleine Castellanos, seiring waktu perubahannya menjadi lebih nyata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip Huffington Post, ada beberapa perubahan yang terjadi pada penis pria saat tubuh menua. Di antaranya:

Warna

Aterosklerosis, masalah penuaan yang umum, membatasi aliran darah, memengaruhi jantung, otak, dan penis. Lebih sedikit aliran darah pada daerah penis menjadikan warna organ intim lebih terang.  
 
Dr. Castellanos, yang juga seorang terapis seks di New York mengatakan hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Asalkan pria menjalani pemeriksaan rutin dengan hasil baik. Efek penuaan lain seperti bintik-bintik pada kulit terjadi juga pada kulit penis.

Ukuran

Dr. Castellanos juga mengatakan kalau ukuran penis akan menyusut sedikit seiring berjalannya waktu sebagai akibat dari penurunan aliran darah dan testosteron. Pada saat seorang pria berusia 60-an dan 70-an, ia mungkin kehilangan satu hingga satu setengah sentimeter ukuran penis.
 
Lebih lanjut, Dr. Castellanos menambahkan, jika seorang pria memiliki lemak perut, penis akan terlihat lebih kecil. Meskipun sebenarnya tidak.
 
“Penis berasal dari dalam tubuh. Jika memiliki lemak perut, lemak akan turun dan memanjang di atas pangkal penis. Perut menutupi pangkal penis, membuatnya tampak lebih pendek. Namun ukuran penis tidak banyak berpengaruh pada kepuasan pasangan wanita," terangnya.

Kepekaan

Testosteron membantu mendukung jaringan saraf. Saat kadar testosteron menurun, penis juga mulai mengalami penurunan sensitivitas yang membuat pria lebih sulit mencapai orgasme. Seperti halnya orgasme, ereksi pun akan sama sulitnya.
 
Dr. Castellanos menjelaskan bahwa pria dapat melindungi kesehatan penis dengan ereksi setiap hari. Tidak perlu mencapai orgasme, tetapi ereksi setiap hari menjaga arteri tetap baik dan menjaga aliran darah ke daerah tersebut.
 
“Ketika sudah lama tak ke gym, otot akan lebih tipis dan arteri menutup. Hal yang sama terjadi pada penis,”tambahnya.

Penurunan fungsi kemih

Masalah kemih yang berhubungan dengan masalah buang air kecil dan menahan saat berhubungan seks ini berkaitan dengan kesehatan prostat. Masalah ini terjadi pada 20 persen pria di usia 40-an, 50-60 persen pria di usia 60-an, dan 80-90 persen pria di usia 70 hingga 80-an.
 
Untuk mencegahnya, pertahankan berat badan, beraktivitas fisik secara rutin, olahraga ringan beberapa kali seminggu atau jalan cepat. The Mayo Clinic merekomendasikan latihan kegel untuk pria.
 
Selain itu, menjaga asupan makanan dan suplemen zinc dan selenium dapat membantu kesehatan organ intim. Batasi konsumsi alkohol yang menurunkan kadar testosteron serta menjaga ejakulasi beberapa kali seminggu untuk membersihkan area tersebut.

Disfungsi ereksi (DE)

DE berkembang sekira 5 persen pria pada usia 40 tahun, dan hingga 15 persen pada usia 70 tahun. DE adalah hasil dari berbagai penyebab yang saling terkait:
 
Biologi - penyakit, obat - obatan, kebiasaan kesehatan yang buruk dari pasangan pria
 
Psikologis - kecemasan, depresi, stres pada salah satu pasangan
 
Hubungan - kurangnya kepercayaan dan keintiman, atau konflik emosional antara pasangan
 
Keterampilan psikoseksual - keterampilan bercinta salah satu pasangan, atau interaksi antara keduanya
 
Pil pembangkit gairah seperti viagra atau cialis tanpa mengetahui pemicu masalah akan menyebabkan kegagalan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk membantu secara fisiologis dan psikologis.

Andropause

Secara teori, andropause merupakan respons yang signifikan terhadap hipogonadisme, ketika testis tidak lagi menghasilkan kadar testosteron normal. Pria dengan andropause memiliki gejala sama dengan wanita dengan menopause.
 
Antara lain merasa kelelahan, depresi, keringat malam, dan gairah seks yang rendah. Castellanos menjelaskan bahwa sangat sedikit pria yang memiliki andropause sejati sehingga perlu diobati dengan testosteron.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif