"Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu berjemur. Sekarang kita wajib berjemur untuk melawan virus corona karena saat ini virus itu sudah menyebar ke mana-mana," ujar dr. Vinci Edy Wibowo, SpP, dalam video penjelasannya yang diterima Medcom.id.
Tidak hanya di kalangan masyarakat awam, virus SARS-CoV-2 ini pun telah menyerang tenaga kesehatan. Ia menjelaskan bahwa berjemur memengaruhi daya tahan tubuh. Apabila tubuh manusia kurang berjemur, maka daya tahan tubuh akan menjadi sangat lemah.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Ternyata virus itu susah sekali dicegah, dengan cuci tangan dengan masker pun masih ada kesempatan mereka masuk ke tubuh kita. Sayang sekali kalau kita tidak berjemur," tuturnya.
Berjemur bisa dilakukan saat matahari terik maupun ketika sinarnya tidak terlalu terik. Waktu idealnya, minimal 30 menit dan maksimal 60 menit, pada pukul 08:00-11:00 atau 14:00-16:00. Selain berjemur, lakukan tidur cukup selama 6-8 jam sehari.
"Ini salah satu pemberian Tuhan yang paling efektif untuk mencegah dampak dari corona. Jangan sampai Anda menjadi korban corona berikutnya," paparnya.
Spesialis Mikrobiologi RSUI, dr. R. Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.d., Sp. MK(K), mengatakan virus korona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat celsius saat berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka. Jadi coronavirus itu sensitif terhadap suhu panas.
"Virus secara umum termasuk covid-19 merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang. Baru bisa bereplikasi atau memperbanyak diri kalau dia sudah masuk ke dalam sel hidup," jelasnya di kawasan Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 4 Februari 2020.
Artinya, saat virus SARS-CoV-2 itu berada di ruang terbuka, namun belum menjangkiti sel inang, maka virus tersebut masih bisa dilumpuhkan. Salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat celsius selama 30 menit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
